Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dibatasi Lagi, Sapi dari Luar Kota Sementara Dilarang Masuk Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 12 Januari 2025 | 20:04 WIB
CEK KESEHATAN: Salah seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu sedang melakukan pemeriksaan sapi perah terhadap potensi PMK di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji
CEK KESEHATAN: Salah seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu sedang melakukan pemeriksaan sapi perah terhadap potensi PMK di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji

BATU - Lalu lintas hewan ternak di Kota Batu kini dibatasi lagi. 

Itu imbas dari temuan kasus penyakit kaki dan mulut (PMK) beberapa waktu lalu. 

Kasus PMK kembali terkonfirmasi sejak akhir Desember lalu. 

Ada sembilan sapi yang dinyatakan positif. 

Bahkan, 1 Januari lalu ada dua sapi yang mati akibat virus PMK. 

Tiga di antarnya terpaksa disembelih untuk menghindari kerugian yang lebih besar. 

Sementara, empat sapi kini sedang menjalani proses pemulihan. 

Untuk itu, peternak sepakat untuk waspada. 

Salah satunya dengan membatasi lalu lintas hewan ternak khususnya sapi. 

“Karena kemarin yang kena (PMK) adalah sapi sapi yang baru datang dari luar kota,” ujar Ketua KUD Kota Batu Ismail Hasan. 

Meski begitu, dia memastikan kondisi sapi perah para anggota KUD masih aman. 

Belum ada yang mengalami gejala PMK atau terkonfirmasi positif. 

Dia menyebut ada sebanyak 700 peternak sapi perah yang menjadi anggota KUD. 

Dari jumlah itu produksi susu yang bisa dihasilkan dalam sehari mencapai 17 ton. 

Ismail mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu terkait pembatasan lalu lintas hewan ternak saat ini. 

Termasuk untuk melakukan sosialisasi pencegahan penularan PMK. 

“Kalau sudah terlanjur beli sapi dari luar kota harus dikarantina dulu,” ujarnya. 

Dia meminta agar peternak lebih meningkatkan kebersihan kandang. 

Sebab, kondisi kandang yang kotor bisa mempercepat penularan. 

”Saya sarankan juga agar sapi sapi diberikan mpon-mpon atau jamu tradisional,” ujarnya. 

Ismail mengaku sejauh ini penanganan PMK sudah maksimal. 

Bahkan nyaris semua sapi sudah mendapatkan vaksin booster. 

Efektivitas vaksinasi terhadap sapi juga cukup baik. 

Itu terbukti tidak adanya lagi kasus PMK pasca vaksinasi tuntas 100 persen. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kasus #pmk #hewan ternak #penyakit kaki dan mulut #kota batu #Dibatasi