BATU - Awal tahun ini sudah ada 36 sekolah yang mengajukan rehabilitasi gedung.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu masih membuka kesempatan bagi sekolah yang ingin mengajukan.
Pengajuan rehabilitasi itu bisa dilakukan melakukan sistem data pokok pendidikan (dapodik).
Kepala Disdik Kota Batu M Chori mengatakan rutin menganggarkan dana untuk rehabilitasi gedung sekolah setiap tahunnya.
Namun, dia tak menyebut berapa besaran pasti anggaran yang akan digunakan tahun ini.
Yang jelas rehabilitasi gedung sekolah akan dialokasikan dari dua sumber.
Yakni dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).
Setelah permohonan rehabilitasi diajukan melalui Dapodik, pihaknya akan meninjau kondisi riil kerusakan gedung.
Itu dilakukan untuk memetakan skala prioritas.
Tentu saja tidak semua sekolah yang mengajukan akan langsung ditangani.
Sebab, pengajuan sudah pasti sangat banyak.
“Tapi kami akan pilih yang paling urgen berdasarkan kerusakannya,” ungkapnya.
Pada 2024 lalu ada 57 sekolah yang dilakukan perbaikan.
Dengan rincian 53 SD dan 4 SMP.
Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 27 miliar.
Kepala Bidang SD Disdik Kota Batu Daud Andoko sampai saat ini masih ada sekolah yang mengajukan permohonan secara manual.
Alias menggunakan proposal fisik.
“Tetap kami terima dan tentukan berdasarkan skala prioritas,” sambung dia.
Rehabilitasi gedung yang bakal diprioritaskan yakni yang mengalami kerusakan sedang dan berat.
Seperti atap jebol, ruang kelas tidak memadai, hingga penambahan beberapa fasilitas lain.
Misalnya, mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta musala.
Sekolah yang dianggarkan lewat DAK akan mulai dikerjakan bulan Juni mendatang.
Sementara, yang menggunakan DAU akan mulai dikerjakan antara Maret-April.
“Kami tinjau dulu sesuai dengan kemampuan anggaran dan tingkat kerusakannya,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana