Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Volume Sampah Nataru di Kota Batu Sentuh 90 Ton Per Hari

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 31 Desember 2024 | 18:22 WIB
MEMBELUDAK: Volume sampah di TPA Tlekung meningkat tiga kali lipat selama momen Nataru.
MEMBELUDAK: Volume sampah di TPA Tlekung meningkat tiga kali lipat selama momen Nataru.

 

BATU - Peningkatan volume sampah harian akibat libur Natal dan tahun baru (Nataru) sudah mulai terasa.

Produksi sampah haria melampaui prediksi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Sebelumnya, peningkatan volume sampah diprediksi hanya naik dua kali lipat.

Namun, kenyataannya kini volume sampah meningkat menjadi 90 ton per harinya.

Itu artinya peningkatannya mencapai tiga kali lipat dari hari-hari biasanya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan produksi sampah di hari-hari biasa umumnya hanya 30 ton per hari.

Namun, sejak memasuki musim libur Nataru produksi sampah meningkat tiga kali lipat menjadi 90 ton lebih per harinya.

 

Alfi menyebut kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu menjadi penyumbang terbesar produksi sampah harian.

Jumlahnya nyaris separo dari produksi total harian.

Sisanya berasal da- ri penyisiran dari 21 ruas jalan yang ada di Kota Batu.

Produksi sampah nonorganik masih mendomi- nasi. Persentasenya mencapai 60 persen.

“Kami pastikan penyediaan tempat sampah sudah memadai,” ungkapnya. Produksi sampah yang ada akan dipilihan menurut jenisnya.

Sampah nonorganik akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

Sementara, sampah organik akan diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, reuse, dan recycle (TPS3R) tiap desa dan kelurahan.

 

Alfi mengaku lonjakan volume sampah itu bisa tertangani dengan baik.

Sebab, ada dua mesin insinerator atau mesin pembakaran sampah baru yang sudah mulai dioperasikan.

“Itu sangat membantu pengolahan sampah,” tuturnya.

Pihaknya juga me- nyampaikan petugas sam- pah selama Nataru juga lebih banyak.

Dari yang sebelumnya hanya berkisar 50 orang ditambah menjadi 60 orang.

“Termasuk jam kerja dan shift juga kami tambah,” imbuhnya.

Dari yang sebelumnya hanya dua shift menjadi empat shift.

Sehingga dipastikan proses pengangkutan sampah akan lebih sering dan lebih cepat.

Tujuannya untuk menghindari pembeludakan volume sampah. (ori/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kota batu #nataru #sampah