BATU – Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai tak meninggalkan Kota Batu saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kemarin (27/11).
Pasalnya, ia telah mengurus pindah pilih agar bisa menggunakan hak suaranya di Kota Batu.
Karena itu, dirinya tidak bisa mencoblos bersama dengan keluarga.
Sebab, keluarganya menggunakan hak pilih di daerah tempat tinggalnya yakni Kota Sidoarjo.
Sedangkan, Aries mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 di UPT Laboratorium Herbal Materia Medica di Jalan Lahor Nomor 87, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Aries tiba di TPS 17 sekitar 09.40.
Dia mengenakan batik lengan pendek dengan nuansa warna gelap.
Kehadirannya di sana tidak hanya untuk menyalurkan hak suara saja.
Namun, sekaligus untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan lancar.
Kendati begitu, dia memantau kondisi TPS 17 tak begitu lama. Kurang lebih hanya sepuluh menit saja.
Sebab setelah menentukan pilihan kepala daerah di balik bilik suara, Aries harus bergegas memantau kelancaran pemungutan di beberapa TPS.
Termasuk di TPS 18 yang berada satu lokasi dengan TPS 17.
”Saya tidak bisa meninggalkan Kota Batu karena harus memastikan Pilkada berjalan dengan tertib,” jelas dia.
Setelah mengecek TPS 18, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu langsung bergegas ke beberapa TPS rawan bencana.
Salah satu di TPS Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.
BPBD Kota Batu sudah menyiapkan tenda darurat di sana.
“Sehingga, saya ingin memastikan
pemungutan di sana berjalan aman dan lancar,” tandasnya.
Selanjutnya, Aries mengaku akan melakukan monitoring proses pemungutan suara secara umum di dua titik lokasi desk Pilkada Serentak 2024 Kota Batu.
Yakni di Balai Kota Among Tani dan Rumah Dinas Wali Kota bersama Forkopimda Kota Batu.
”Kami bekerjasama dengan Polres, Kejari, KPU, dan Bawaslu,” ungkap dia.
Aries berharap semua proses berjalan sesuai asas pemilu.
Yakni luber dan jurdil.
Baik saat proses pemungutan suara maupun tahapan berikutnya.
”Semua harus berjalan dengan aman dan tertib karena ini adalah proses demokrasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu Ahmad Dahlan SSos MAP mengatakan proses akumulasi hasil perolehan suara dilakukan dengan menerjukan satu relawan di setiap TPS.
“Total ada 302 relawan muda yang diterjukan,” terangnya.
Hasil pemantauan lapangan akan langsung dilaporkan kepada operator.
Sehingga, data hasil perolehan suara masingmasing paslon akan terupdate secara real time. Progres tersebut akan terus berjalan hingga 100 persen.
Kendati begitu, Dahlan menyebut data hasil pantauan tersebut tidak bersifat mutlak.
“Data riil tetap terpusat di KPU Kota Batu,” ungkapnya.
Dahlan menambahkan jika data tersebut merupakan dokumen internal Pemkot Batu.
Itu dalam rangka turut serta dalam pengawalan pesta demokrasi yang aman dan berkeadilan.
Selain itu, desk pilkada juga fokus memantau proses pemungutan suara di TPS rawan bencana. (adv/tio/ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana