BATU - Menjamurnya kedai-kedai kopi membuat petani kopi terus tersenyum lebar.
Pasalnya, sejak dua tahun terakhir ini harga kopi terus naik.
Misalnya harga kopi arabika untuk kelas komersial semula hanya kisaran Rp 35-45 ribu saja per kilogram.
Namun, saat ini harganya sudah mencapai Rp 95 ribu per kilogram.
Permintaan yang terus meningkat dan harga yang kain naik membuat petani kopi bersemangat.
Bahkan, mereka berencana untuk menambah hasil produksi.
Salah satunya dengan menambah jumlah tanaman kopi di lahan kebun yang mereka miliki.
Pertumbuhan tanaman kopi itu telah terekam oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu sejak 2022 lalu.
Data menunjukkan area lahan kopi pada 2022 lalu seluas 112 hektare.
Kemudian bertambah menjadi 181 hektare pada 2023.
Itu artinya ada pertumbuhan lahan kopi sebesar 61 persen selama satu tahun.
Dari data tersebut luas lahan kopi yang paling luas berada di Kecamatan Bumiaji yakni seluas 103 hektare.
Sementara, di Kecamatan Batu seluas 61 hektare.
Sedangkan, di Kecamatan Junrejo seluas 17 hektare.
Salah seorang petani asal Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji Oktavian Dwi Suhermanto mengatakan kenaikan harga kopi tidak hanya terjadi untuk grade komersial saja.
Namun, juga untuk jenis premium atau jenis specialty.
“Dua tahun lalu harga kedua jenis itu masih berada di kisaran 80 ribu. Sekarang sudah tembus Rp 120-150 ribu per kilogram,” ujarnya.
Oktavian mengatakan kenaikan harga kopi disebabkan pemintaan ekspor kopi dari Indonesia meningkat. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana