BATU - Peternak sapi perah di Kota Batu perketat quality control hasil produksi susu.
Hal itu seiring viralnya video sejumlah peternak mandi susu lantaran ditolak oleh sebuah pabrik.
Hal itu juga sekaligus mengonfirmasi bila kejadian tersebut tidak terjadi di Kota Batu.
Untuk itu, peternak sapi perah berusaha untuk memastikan kualitas susu yang dihasilkan.
Ketua Kelompok Peternak Srebet Barat KUD Sumardi mengaku sudah melihat tayangan video yang viral di sejumlah media sosial tersebut.
Dia memastikan peristiwa itu tidak terjadi di Kota Batu.
Pasalnya, sejauh ini ia mengaku proses penyaluran hasil susu ke perusahaan masih relatif lancar.
Selain itu, dari segi harga juga cenderung stabil.
Alias tidak ada peningkatan atau penurunan.
“Sementara kita kirim ke KUD tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun, Sumardi mengaku belajar dari peristiwa tersebut.
Salah satunya dengan memperketat quality control.
Sehingga, susu yang diserahkan ke KUD benar-benar dalam kondisi layak.
Apalagi ada pengecekan langsung sesampainya di KUD.
Mulai dari berat jenis hingga kandungan fat.
Berat jenis susu yang bagus kadarnya tak boleh kurang dari 1,023-1,024.
Bila berat jenis terlalu rendah, peternak akan dicurigai melakukan pencampuran susu dengan air.
Sehingga, hal itulah yang membuat susu akan tertolak.
Jika hal itu terjadi, peternak akan dievaluasi.
Petugas akan mencari tahun apa penyebab turunnya kualitas susu yang dihasilkan.
“Untuk penurunan kadar fat biasanya karena pemberian pakan yang tak sesuai takaran,” ujarnya.
Sumardi mengatakan pengecekan dilakukan cukup ketat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Heru Yulianto memastikan fenomena pembuangan susu karena ditolak pabrik tersebut tak akan terjadi di Kota Batu.
Sebab, pemerintah juga akan turut andil dalam memantau kualitas susu yang dihasilkan para peternak sapi perah yang ada.
“Sudah kita cek hasilnya aman semua,” pungkasnya. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana