BATU - Event Car Free Day (CFD) Among Healthy memang memiliki daya tawar nilai ekonomi yang tinggi. Itu terbukti dari minat masyarakat yang cukup tinggi untuk bisa membuka lapak di sana.
Belakangan ini Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menerima 60 permohonan izin PKL untuk bisa berjualan di event mingguan tersebut.
Koordinator CFD Among Healthy Kota Batu Batu Andry Yunanto mengatakan sejauh ini ada 200 PKL yang sudah terdaftar dan resmi menjadi anggota pedagang CFD.
Namun sejauh ini permohonan izin dari masyarakat terus berdatangan. Pasalnya, masyarakat tidak bisa serta merta membuka lapak di CFD tanpa izin.
“Ada 60 PKL yang mendaftar. Panitian berupaya sesegera mungkin untuk mengakomodasi permintaan tersebut,” ucapnya.
Andry mengaku belum bisa menyetujui permohonan izin tersebut lantaran keterbatasan area untuk berjualan.
Sehingga, dia masih mengupayakan agar lokasi berjualan para PKL bisa dilakukan penataan ulang. Saat ini PKL CFD terbagi dalam dua area.
Yakni area atas dan area bawah Jalan Stadion Barat. Andry berencana untuk membuka area ketiga. Tentu saja tujuannya untuk menampung PKL lebih banyak lagi.
Area ketiga nantinya akan berlokasi di parkiran stadion. Kendati begitu, pihaknya akan melakukan kajian lapangan lebih dulu. Tujuannya agar event CFD tetap tertata.
Sehingga, pengunjung tetap merasa nyaman dan memiliki kemudahan akses ke berbagai area. Andry menambahkan pertumbuhan jumlah PKL juga dibarengi dengan pesatnya perputaran ekonomi.
“Omzet seluruh pedagang tiap minggunya sekitar Rp 40-50 juta. Dulu hanya Rp 30 juta saja,” ujarnya.
Bahkan, dirinya menyebut omzet pedagang di CFD pernah menyentuh Rp 100 juta. Andry menambahkan akan melakukan penyeragaman PKL di CFD.
Caranya dengan menyamakan semua booth. Selain itu, area PKL nantinya juga akan dilengkapi semacam gapura sebagai tanda masuk area kuliner. (adv/iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana