BATU - Komitmen pelestarian seni dan budaya terus ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Salah satunya dengan menggelar Festival Jaranan 2024 di Sendratari Arjuna Wiwaha pada 2-3 November kemarin.
Festival yang digelar kedua kalinya itu berhasil menyedot animo peserta yang lumayan tinggi.
Total ada 18 grup kesenian jaranan yang berpartisipasi dalam event tersebut.
Ketua Dewan Kesenian Kota Batu Sunarto mengatakan pelaksanaan festival itu berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.
Dia mengaku animo peserta tahun ini lebih ba- nyak dari tahun sebelumnya.
Pasalnya, peserta festival tak hanya berasal dari Kota Batu saja.
Melainkan juga dari Kabupaten Malang.
Bahkan tahun ini ada dua kategori jaranan yang dilombakan.
Yakni jaran pegon dan jarandor.
Sunarto mengatakan ada sebanyak 8 grup jaran pegon yang tampil Sabtu lalu (2/11).
Sementara sebanyak 10 grup jaran dor tampil kemarin (3/11).
Dirinya mengungkapkan event tersebut bertujuan memberikan wadah bagi para pelaku seni untuk mengaktualisasikan diri.
Selain itu, juga untuk mengapresiasi minat dan bakat generasi muda dalam melestari budaya nusantara.
“Kami berharap festival seperti ini akan berjalan rutin setiap tahun,” tandasnya.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Kebudayaan Disparta Kota Batu Sintiche Agustina Pamungkas menyebut kesenian jaranan merupakan salah satu potensi budaya unggulan di Kota Batu.
Pasalnya, kesenian tersebut bisa menjadi salah satu pendukung sektor pariwisata.
Terutama dalam pariwisata budaya.
Sintiche mengaku banyak pegiat seni Kota Batu yang telah mewakili Kota Batu di event kesenian tingkat provinsi bahkan nasional.
Sehingga, festival jaranan juga bertujuan untuk menjaring bibit seniman unggul.
Dengan begitu, Pemkot Batu bisa memberikan perhatian lebih dalam bentuk pembinaan.
Dirinya berkomitmen untuk terus mendukung regenerasi pegiat seni di Kota Batu.
Tak hanya jaranan tetapi juga kesenian lain seperti bantengan. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana