Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Usul Rp 5,8 Miliar untuk Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 25 Oktober 2024 | 19:30 WIB
TERUS BERBENAH: UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu membutuhkan tambahan anggaran untuk pengelolaan yang lebih menyeluruh
TERUS BERBENAH: UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu membutuhkan tambahan anggaran untuk pengelolaan yang lebih menyeluruh

BATU - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani Batu mendapat kucuran dana pengelolaan setiap tahun dari Pemkot Batu.

Tahun ini, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 4,5 miliar.

Karena dinilai masih kurang, anggaran itu diusulkan naik pada tahun berikutnya.

Kabar itu disampaikan Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk pengelolaan pasar induk tahun ini relatif kurang.

Sebab, ada beberapa anggaran tambahan yang diperlukan untuk meng-cover kebutuhan lainnya.

“Tahun depan kami berencana mengusulkan penambahan sebesar Rp 1,3 miliar,” tegasnya.

Jika permintaan tambahan itu disetujui, maka jumlah anggaran untuk pengelolaan Pasar Induk Among Tani tahun depan mencapai Rp 5,8 miliar.

Penggunaannya difokuskan pada pemeliharaan gedung.

Termasuk pengelolaan kebersihan pasar induk yang sering dikeluhkan karena kekurangan personel.

”Tambahan anggaran juga dapat digunakan untuk menambah personel kebersihan. Khususnya kebersihan area talang air agar tidak ada kejadian kebocoran lagi,” kata Gadis.

Hal lain yang akan dilakukan dengan adanya kenaikan anggaran pengelolaan adalah modernisasi fasilitas.

Misalnya, pembayaran parkir otomatis di pintu keluar pasar induk.

Sebab, selama ini pembayaran parkir masih bersifat manual pada petugas.

Fasilitas semacam itu penting dalam upaya branding Pasar Induk Among Tani Batu yang memang didesain sebagai pasar modern.

Gadis menyebut usulan kenaikan anggaran pengelolaan telah dikomunikasikan ke Pemkot Batu.

Rencananya dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Dia berharap usulan itu terealisasi agar pengelolaan pasar induk bisa lebih optimal.

”Selama ini beberapa pengelolaan pasar induk mengandalkan dana dari corporate social responsibility (CSR). Seperti pembangunan gate parkir yang diberikan oleh Bank Jatim,” tandasnya. (ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Unit Pelaksana Teknis #Pasar Induk Among Tani Batu #Usul