BATU - Dari ribuan koleksi alat musik di Museum Musik Dunia Jatim Park 3, alphorn memiliki daya tarik tersendiri.
Ukurannya yang relatif panjang membuat pengunjung penasaran.
Terutama terkait bagaimana cara memainkan alat musik sebesar itu.
Benar saja, alat musik tiup itu tak bisa dibunyikan sembarangan.
Salah seorang pemandu wisata Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Diana Rahayu mengatakan alat musik dengan panjang 2-3 meter itu tak sama dengan terompet.
Meski sekilas bentuknya nyaris sama.
Hanya berbeda ukuran saja.
Untuk membunyikan alphorn pun tak sama seperti meniup terompet.
“Untuk membunyikan alat tersebut caranya ditiup dengan ujur bibir bergetar,” ujarnya.
Teknik yang cukup sulit itu membuat banyak pengunjung gagal memainkannya.
Alat musik dari Swiss itu dulunya digunakan untuk tanda jika ada serangan musuh.
Namun, sekarang banyak dimanfaatkan untuk memanggil hewan ternak yang dilepasliarkan di padang rumput.
Alat musik yang terbuat dari kayu itu selalu menjadi incaran pengunjung.
Terutama anak-anak.
Sebab, dua koleksi alphorn di Museum Musik Dunia bisa dimainkan oleh pengunjung.
Alias tidak hanya sebagai pajangan saja.
“Memang ada beberapa alat yang bisa dimainkan dan beberapa lainnya tidak boleh dimainkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Diana menyampaikan suara alphorn mirip dengan suara klakson kapal laut.
Suara yang keluar akan keras dan merdu jika teknik meniupnya benar.
Dia menambahkan bila ada lebih dari seribu alat musik dari berbagai negara yang disimpan di sana.
Mulai dari alat musik tabuh, petik, hingga gesek.
Pengunjung bakal dimanjakan dengan koleksi alat musik asli dari indonesia, China, hingga Jerman di lantai satu.
Sementara, di lantai dua terdapat koleksi memorabilia.
Seperti patung para musisi legendaris baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Bahkan aksesoris yang digunakan patung tersebut asli pemberian dari musisinya. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana