BATU - Animo pelajar Kota Batu dalam menggunakan angkutan pelajar (Apel) gratis terus meningkat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berencana menambah kembali armada apel gratis tahun depan.
Rencananya jumlah armada bakal ditambah 12 unit.
Sehingga, jumlah armada apel gratis tahun depan menjadi 65 unit.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan saat ini jumlah armada apel gratis sebanyak 53 unit.
Dirinya menyebut jumlah tersebut sudah mengalami penambahan pada awal tahun ajaran baru 2024/2025 lalu.
Sebab, hanya 42 armada saja yang di launching awal Mei lalu.
“Karena animonya tinggi kami tambah 11 armada lagi. Sehingga, saat ini ada 53 armada yang aktif beroperasi,” ungkapnya.
Penambahan armada nantinya juga akan menambah kebutuhan operasional apel gratis.
Hendry memperkirakan kebutuhan operasional apel gratis tahun depan mencapai Rp 2 miliar. Sebab, tahun ini saja operasionalnya mencapai Rp 1 miliar.
Dirinya mengatakan ada perbedaan jumlah penumpang apel gratis antara jam pergi sekolah dengan jam pulang sekolah.
Hendry menyebut jumlah penumpang saat kepulangan lebih banyak dibandingkan saat jam keberangkatan.
Hal itu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dishub Kota Batu.
Ia menilai itu lantaran masih banyak siswa dan orang tua siswa yang khawatir terkait ketetapan waktu waktu tempuh apel gratis.
Padahal Hendry menjamin ketepatan waktu penjemputan dan ketibaan siswa di sekolah.
Pasalnya, hingga saat ini masih ada petugas yang mengawasi mobilitas apel gratis tersebut.
Hendry menyampaikan jam operasional apel gratis yakni pukul 05.30-06.30, 11.00-12.30, dan 15.00-16.30.
Sebanyak 53 armada beroperasi di sembilan jalur.
Tentu saja jalur tersebut sudah di petakan berdasarkan zona tujuan sekolah masing-masing.
Hingga akhir Agustus lalu jumlah penumpang APEL mencapai 31 ribu.
Penumpang terdiri atas berbagai jenjang.
Mulai dari SD hingga SMA.
Namun, yang mendominasi yakni siswa SMP dan SMA.
Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Susanto mengungkapkan keberadaan apel gratis dapat meringankan beban ekonomi orang tua siswa.
Selain itu, tingkat keamanan dan keselamatan siswa juga semakin terjamin.
”Sekarang kan banyak anak di bawah umur yang sudah mengendarai kendaraan bermotor,” tuturnya.
Selain itu, Juni menilai apel gratis menjadi harapan baru bagi sopir angkot.
Pasalnya sejak pandemi jumlah penumpang angkot terus merosot.
Namun, sekarang sudah mulai berkembang kembali.
Hal itu tampak dari banyaknya warna-warni angkot di terminal Kota Batu.
Itu sekaligus menunjukkan angkota Kota Batu masih tetap aktif dan eksis. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana