BATU - Pemberdayaan petani lokal terus diupayakan.
Salah satunya dengan mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu untuk menggandeng petani-petani lokal.
Pasalnya, salah satu hotel di Kota Batu sudah ada yang menerapkan kolaborasi tersebut.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu meminta agar hotel lain mengikuti.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan kemajuan pariwisata harus didukung pelibatan UMKM lokal dan petani lokal secara masif.
Sebab, ia menilai itu menjadi upaya pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Aries juga mengapresiasi langkah Hotel Aston Inn yang menjadi pioner dalam penerapan upaya tersebut.
Pasalnya, hotel tersebut menggandeng petani jeruk keprok yang berasal dari Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Pihak hotel menyediakan ruang khusus agar petani lokal bisa mempromosikan hasil kebunnya.
Otomatis pengunjung hotel sekaligus membeli jeruk keprok di sana.
Dengan begitu, pengunjung atau wisatawan memiliki banyak opsi untuk berbelanja.
Misalnya, bagi tamu hotel yang melakukanMkunjungan bisnis.
Sebab, biasanya mereka tidak punya banyak waktu untuk berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.
Dengan begitu, kolaborasi itu menawarkan fasilitas kemudahan akses bagi wisatawan untuk ber- belanja di hotel.
“Itu bisa menjadi daya tarik tersendiri yang bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan,” ujarnya. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu menyampaikan target kunjungan wisatawan tahun ini sebanyak 12 juta orang.
Ia berharap langkah Hotel Aston Inn bisa diterapkan pelaku usaha hotel lainnya.
Ia berharap masing-masing hotel mempromosikan semua hasil pertanian di Kota Batu.
Mulai dari apel, stroberi, jambu kristal, dan seterusnya.
“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah prioritas yang harus terus dikembangkan dengan mengutamakan keterlibatan masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (aff/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana