BATU - Car Free Day (CFD) Kota Batu semakin semarak.
Pasalnya, kegiatan itu tak hanya dijadikan wadah berolahraga saja.
Namun, juga dimanfaatkan sebagai wadah aktualisasi seni dan budaya.
Salah satu grup bantengan dari Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tampil memeriahkan CFD kemarin (15/9).
Pertunjukan seni bantengan sontak menyedot animo pengunjung.
Maklum saja, kesenian itu banyak digandrungi masyarakat Kota Batu.
Khususnya anak-anak.
Mereka tampil diiringi alunan musik dari grup electone dari kelurahan yang sama.
Atraksi bantengan menjadi sajian yang pas bagi pengunjung setelah capek berolahraga.
Koordinator Grup Kesenian Bantengan Intan Rukmi Nuriandari mengaku senang dengan wadah yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Sebab, hal itu bisa dimanfaatkan untuk melatih keberanian anggota baru dalam grup bantengan yang ia kelola untuk tampil di depan publik.
“Dengan begitu minat anak-anak dengan bantengan bisa diarahkan dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya itu sejumlah atraksi lainnya juga melengkapi pertunjukan batengan kemarin.
Di antaranya atraksi pencak silat, drama, dan sembur api.
Pertunjukan kesenian lokal itu melibatkan 50 anggota.
Kabanyakan anggota masih berusia remaja.
Itu menunjukkan regenerasi kesenian tersebut di Kota Batu akan berjalan baik.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Dikumperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengaku akan membuat tema-tema tertentu dalam pelaksanaan CFD setiap minggunya.
Sehingga, CFD bakal digelar secara tematik.
Kesenian warga lokal akan dihadirkan.
“Hari Ini (red, kemarin) kesenian bantengan. Minggu depan bisa jaranan, reog, dan seterusnya,” ujarnya.
Aries mengatakan hal itu bertujuan untuk melestraikan kesenian yang berkembang dan lahir di Kota Batu.
Sebab, ia menegaskan CFD merupakan wadah integratif untuk menggerakkan berbagai sektor.
Mulai wisata, ekonomi, dan budaya. (aff/dre/adv)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana