BATU – Batu Screet Zoo Jatim Park 2 punya tambahan koleksi bekantan. Pasalnya, 17 Agustus lalu bayi bekantan lahir dengan normal. Itu sekaligus kelahiran bayi bekantan pertama di Batu Secret Zoo. Saat ini jumlah bekantan di Jatim Park 2 menjadi 8 ekor.
Kapten Batu Secreet Zoo A. Pulong Anggono mengatakan kelahiran bayi bekantan pertama itu menambah daya tarik di Jatim Park 2. Pasalnya, pengunjung bisa menikmati tingkah lucu saat induk bekantan merawat bayinya. “Bayi bekantan itu tidak pernah lepas dari gendongan,” ungkpanya.
Namun uniknya bayi bekantan tak selalu digendong oleh induknya. Melainkan juga oleh bekantan betina lainnya. Sehingga, lebih mirip seperti anak bersama. Para bekantan betina akan saling bergantian menggendong bayi bekantan tersebut. “Jadi insting mereka akan terbangun untuk ikut merawat bersama-sama anggota baru yang lahir,” ungkapnya.
Pulong mengatakan, sebelumnya ada tujuh bekantan yang didatangkan tahun 2021 silam. Itu merupakan hasil kerja sama dengan Kebun Binatang Surabaya. Tujuh bekantan yang didatangkan ke Jatim Park 2 itu beragam usianya, mulai 2-4 tahun. “Ada 2 jantan dan 5 betina saat itu,” ujarnya. Pihaknya menjelaskan bila usia dewasa kelamin bekantan yakni saat usia mereka 4 tahun.
Namun, usia dewasa tubuh mereka saat usia 8 tahun. Sehingga, banyak bekantan yang mulai berkembang biak saat usia mereka 8 tahun. Pulong menjelaskan proses kelahiran bayi bekantan 17 Agustus lalu itu Berlangsung alami tanpa bantuan dokter hewan. “Masa hamil bekantan berkisar 6-7 bulan,” kata dia.
Sejauh ini keeper pun sangat membatasi interaksi fisik dengan bekantan. Di samping bekantan memiliki sifat pemalu. Tujuannya agar kehidupan mereka bisa berlangsung sealami mungkin. Dikatakannya, induk bekantan itu kini mendapat treatment khusus untuk memperlancar ASI.
Misalnya dengan memberikan asupan makanan berupa kacang-kacangan. Selain itu, induk bekantan juga diberikan vitamin yang diberikan satu hari sekali. Lebih lanjut, Pulong mengatakan bekantan normalnya makan sebanyak 2 kali sehari. Mereka makan daun bakau atau daun kaliandra. Setiap kali makan pagi dan sore, mereka menghabiskan 2 kilogram daun. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah