Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Antusias, Warga Sisir Ajukan 12 Titik Gapura  untuk Lomba

Kholid Amrullah • Selasa, 6 Agustus 2024 | 14:00 WIB

 

DAUR ULANG: Gapura di Jalan Kelud Gang Tawangargo 4 Kelurahan Sisir memanfaatkan daun jati untuk atap.
DAUR ULANG: Gapura di Jalan Kelud Gang Tawangargo 4 Kelurahan Sisir memanfaatkan daun jati untuk atap.

BATU – Event Festival Hias Gapura yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Batu disambut antusias warga Kota Batu. Bahkan warga Kelurahan Sisir berencana akan mengajukan 12 titik gapura untuk diikutkan lomba. Beberapa gapura kini sudah selesai dihias.

Ketua Panitia Lomba Hias Gapura dan Gang Kelurahan Sisir Muhtadin mengaku akan mengajukan 12 titik gapura dalam Lomba Hias Gapura 2024 ini. Sebanyak 12 titik itu sekaligus akan dilombakan secara internal antar gang. Untuk itu, gapura yang saat ini sudah dihias masih memiliki beberapa kekurangan ornamen.

Seperti adanya logo Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan logo Jawa Pos Radar Batu. Namun, Muhtadin mengaku itu akan segera dilengkapi. Ia mengatakan tak ada tema yang ditentukan dalam menghias gapura di masing-masing gang. Namun, pihaknya menyampaikan bila hiasan yang digunakan berbasis daur ulang sampah.

GAGAH: Gapura di Jalan Kelud Gang Tawangargo 9 Kelurahan Sisir didesain dengan replika  burung Garuda dengan ukuran yang cukup besar.
GAGAH: Gapura di Jalan Kelud Gang Tawangargo 9 Kelurahan Sisir didesain dengan replika burung Garuda dengan ukuran yang cukup besar.

Seperti yang tampak di gang 9, gapura gang tersebut dihias seolah dihinggapi burung Garuda. Burung Garuda berukuran cukup besar itu dibuat dengan memanfaatkan karung bekas semen dan kardus bekas. Karung semen itu dibentuk menyerupai tubuh hewan yang menjadi lambang negara tersebut. Sementara, kardus bekas digunakan sebagai sayapnya.

“Selebihnya untuk keperluan seperti cat dan ornamen lainnya dana digalang dari warga gang masing-masing,” ungkapnya. Selain gang 9, hiasan di gapura di gang 4 juga tak kalah menarik. Sebab, warga di gang itu mendesain gapura dengan memanfaatkan daun jati kering. Selain itu, ada motif tertentu yang dibuat dengan menggunakan limbah kertas.

Muhtadin menyampaikan bila proses pengerjaan gapura di Kelurahan Sisir itu sudah dimulai sejak pertengahan Juli lalu. “Sedangkan, selesainya pas di akhir bulan. Sehingga, mulai tanggal 1 Agustus gapura-gapura Sudah selesai didekorasi dan siap untuk dinilai,” ungkapnya. Sejauh ini, Muhtadin menyebut banyak warga yang juga memanfaatkan limbah di bank sampah. (dre/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#lomba #radar batu #gapura #kota batu