BATU - Wacana perombakan Wisata Payung di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu telah digaungkan Pemkot Batu. Hal ini karena pesona wisata kuliner tersebut telah memudar dan sepi pembeli. Kontan, wacana itu disambut dengan baik oleh para pedagang.
Ketua paguyuban Wisata Payung Endrik Andika mengatakan, untuk perombakan saat ini informasinya masih simpang siur. Belum ada kepastian baik terkait konsepnya maupun sosialisasi ke para pedagang. "Mungkin proyek ini masih di kaji oleh Pemkot Batu," katanya pada koran ini, Selasa (9/7).
Andik sendiri menyambut baik adanya program perombakan tersebut. Begitu pun dengan pedagang lain. Harapannya Payung bisa menjadi wisata yang kembali ramai. "Karea wisata ini telah ada sejak dulu. Juga bisa disebut wisata legend di Kota Batu harapannya akan ramai lagi," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang Hasan menyambut baik adanya proyek perombakan payung. Namun ia berharap program tersebut akan tetap memperhatikan dan mengikutsertakan para pedagang. "Untuk bisa berdagang di sini modal awalnya dulu sangat besar sampai ratusan juta. Karena ke depan jika dirombak harus jelas status warung, kepemilikan, dan lain-lain," ujarnya.
Hasan mewanti-wanti jangan sampai ketika pembangunan ulang yang lebih bagus pedagang jadi kehilangan hak. Hingga saat ini dirinya dan pedagang lain masih bekerja sama dengan Perhutani untuk sewa lahan. "Saya sudah berada di sini untuk jualan sejak 2010. Harapannya ketika dirombak saya juga masih tetap bisa berjualan," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah