BATU - Belum ada kejelasan terkait nasib bianglala di Alun-Alun Kota Batu. Terakhir Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah melakukan kajian terkait kerusakan salah satu ikon Kota Wisata Batu (KWB) itu. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan kajian tersebut rampung.
Yang jelas opsi untuk melakukan pengadaan bianglala baru semakin menguat. Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai. Pihaknya menyebut tengah menanti hasil analisis kerusakan. Namun, ia tak menyarankan untuk melakukan perbaikan atas kerusakan yang ada. Sebab, Aries mempertimbangkan jangka waktu penggunaan wahana tersebut.
“Kalau dari hasil kajian, usia bianglala itu hanya sampai 12 tahun,” ucapnya. Sehingga, saat ini masih tersisa satu tahun saja untuk usia penggunaannya. Itulah mengapa Aries meminta agar dilakukan pengadaan baru. Ia menilai hal itu akan lebih efektif untuk efisiensi anggaran. Selain itu, pihaknya menyampaikan pengadaan bianglala itu akan menggandeng pihak ketiga.
“Saya rasa banyak investor yang bersedia untuk membantu hal itu,” ungkapnya. Sejauh ini Aries mengaku sudah menjajaki komunikasi dengan berbagai investor yang potensial. Misalnya, dengan PT Selecta dan PT Jatim Park Group. “Kalau semua harus ditanggung oleh pemerintah kan rasanya tidak elok,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pemeliharaan Lingkungan, dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Windiati Rohmah mengatakan, hingga saat ini belum ada investor yang datang ke DLH secara resmi untuk melakukan investasi tersebut. Namun, pihaknya mengaku masih akan menunggu hasil identifikasi kerusakan yang masih berjalan.
“Kemungkinan identifikasi kerusakan akan selesai awal bulan depan,” ungkapnya. Windi menyampaikan, sementara ini opsi yang akan diambil adalah perbaikan. Tentu saja perbaikan yang dilakukan akan disesuaikan dengan hasil identifikasi tersebut. Dirinya mengatakan target penyelesaian perbaikan tersebut diperkirakan awal tahun 2025 mendatang. “Karena berkaitan dengan keselamatan, jadi kita harus berhati-hati,” ujarnya.
Hingga saat ini anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan masih belum diketahui. Sebab, anggaran tersebut tentu akan menyesuaikan dengan hasil identifikasi kerusakannya. “Jadi harus dilihat dulu apa saja kerusakannya nanti,” pungkasnya. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah