Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tidak Punya TPS3R, Sepuluh Desa di Kota Batu Belum Mampu Kelola Sampah secara Mandiri

Kholid Amrullah • Selasa, 16 April 2024 | 18:35 WIB
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai sedang memunguti sampah yang dibuang sembarangan
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai sedang memunguti sampah yang dibuang sembarangan

BATU - Sejak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung untuk umum, Kota Batu mengandalkan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Masing-masing desa diharapkan  dapat mengelola sampah sendiri.

Namun hingga kini ada beberapa desa yang belum mempunyai TPS3R.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muji Dwi Leksono, dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu, ada 14 TPS3R yang terkelola dengan baik.

Sisanya masih belum dapat mengelola atau belum memiliki TPS3R.

"Tapi hal tersebut terus berkembang. Dari dinas juga melakukan berbagai pendampingan agar TPS3R di masing-masing desa berjalan dengan baik. Untuk yang belum akan terus kami dorong," ujarnya.

Menurut dia, alokasi  anggaran dana desa (ADD) juga memuat mengenai pengelolaan sampah.

Muji mengatakan sebanyak 2 persen ADD akan berfungsi untuk TPS3R.

Dari Dinas akan memberikan guideline untuk dana 2 persen tersebut dapat digunakan bagaimana.

Utamanya dalam pembelian alat-alat.

"Kalau untuk di Kelurahan nanti akan sesuai dengan kebijakan. Dari dinas sifatnya men-support saja. Namun untuk yang 2 persen akan terus berkelanjutan," katanya.

Muji melanjutkan, di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Batu pengelolaan sampah tak hanya pemerintah tapi juga masyarakat luas.

Karena itu kesadaran masyarakat untuk program pilah sampah juga harus dikembangkan.

"Ini butuh perubahan perilaku.  Tahun kemarin TPA tiba-tiba di tutup dan tidak ada anggaran. Namun 14 desa dan kelurahan Kota Batu dapat mengembangkan TPS3R. Tahun ini, akan lebih digencarkan karena ada anggarannya," ucapnya.

DLH sendiri juga mengusung program baru dalam pengelolaan sampah.

Program tersebut dinamai Sing Kober Senam Pagi.

Hal itu merupakan akronim dari Kota Bersih Sebelum Jam 6 Pagi.

"Nanti kami akan mengangkut sampah di jalan-jalan protokol sebelum jam 6 pagi. Jadi ketika jam 7 warga bekerja atau sekolah area jalan sudah bersih. (sif/lid)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kota batu #TPS3R #sampah