KOTA BATU - Salah satu destinasi wisata religi yang menarik dikunjungi adalah Vihara Dhammadipa Arama di Jalan Ir. Soekarno, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Karena selain bangunannya indah, vihara ini merupakan salah satu vihara tertua di Malang Raya.
Vihara tersebut dibangun sejak 1971 dan telah menjadi wisata edukasi sejak tahun pertama dibangun.
Salah satu Bhante Bhikkhu Khantidharo Mahathera menjelaskan, pembukaan vihara sebagai tempat wisata dimulai sejak awal berdiri.
Semakin lama, pengunjungnya semakin banyak.
Vihara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
“Pengunjung berasal dari seluruh wilayah Indonesia seperti Balikpapan, Medan, Pekanbaru, Surabaya, dan lainnya. “Biasanya untuk kuliah maupun kunjungan biasa,” katanya.
Beberapa kali rombongan sekolah maupun mahasiswa berkunjung di vihara ini.
Beberapa waktu lalu, vihara ini dikunjungi dari SMP PGRI Kota Batu sebanyak 50 orang.
"Kemarin juga ada rombongan dari SD sebanyak 80 orang. Kami memang membuka vihara bagi masyarakat yang ingin tahu lebih dalam mengenai agama Budha,” ungkap pria kelahiran 1931 itu.
Semua bangunan di vihara ini bisa dikunjungi.
Pria asal Magelang tersebut mengatakan ada beberapa tempat di vihara yang dapat dikunjungi wisatawan.
Bangunan-bangunan tersebut meliputi pagoda yang merupakan tempat ibadah, museum, penahbisan para biksu, ruang kebaktian, asrama wanita dan laki-laki, serta Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa para wisatawan dapat mengunjungi vihara ini setiap hari mulai dari pagi hingga pukul 6 malam.
Di vihara tersebut terdapat 3 bhante, 35 samanera, dan 23 atthasila.
“Para samanera dan atthasila inilah yang akan menemani pengunjung untuk berkeliling vihara,” ucapnya mengakhiri. (sif/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana