BATU - Angka kunjungan Pasar Induk Among Tani menurun selama bulan Ramadan. Hal ini juga berdampak penurunan pendapatan parkir. Yang mana, per hari rata-rata pendapatan parkir hanya Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Jumlah ini jauh berbeda dengan hari di luar Ramadan yang bisa menembus angka Rp 10 juta per hari.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kota Batu Agus Suyadi mengatakan, memasuki bulan Ramadan pengunjung pasar memang menurun. Hal tersebut biasanya akan berlangsung dari awal hingga pertengahan bulan Ramadan. "Ramainya biasa di akhir bulan Ramadan. Banyak masyarakat yang mencari kebutuhan Lebaran seperti baju Lebaran," ucapnya pada koran ini, Selasa (1/4).
Meski demikian, jumlah kunjungan sempat naik saat ada KWB Festival Ramadan. Misalnya ketika ada peringatan Nuzulul Quran yang mengundang Gus Miftah dan Cak Percil Kamis (27/3) lalu, angka pendapatan parkir mencapai Rp 9 juta dalam sehari. "Jadi angka kunjungan sudah seperti hari biasa ketika sebelum Ramadan," ujarnya.
Dikatakan Agus diperkirakan angka kunjungan akan meningkat lagi pada tanggal 4 April nanti ketika mengundang Guyon Waton. Agus mengatakan, telah mempersiapkan beberapa hal, utamanya di keamanan dan gate parkir.
Dia mengakui, sebenarnya untuk tenaga di bidang keamanan dan gate parkir masih kurang. Hal ini karena selama gate berjalan, pihaknya menggunakan SDM dari pasar yang mengurus administrasi guna dialokasikan ke petugas gate parkir dan pihak keamanan. "Untuk keamanan sekarang ada 18 orang. Sementara untuk parkir gate idealnya 21 orang. Namun saat ini di bawah jumlah tersebut," jelasnya.
Minimnya SDM di sektor parkir dan keamanan juga akan memengaruhi event-event di Pasar Induk Among Tani. Karena itu nanti saat bintang tamu Guyon Waton datang, selain menyiapkan keamanan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. "Kami juga akan memaksimalkan jumlah keamanan yang ada di kami untuk terjun juga," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah