BATU - Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan oleh Pemkot Batu di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Kamis (27/3) berlangsung khidmat sekaligus semarak. Event yang merupakan rangkaian dari KWB Ramadan Festival 2024 tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat Kota Batu.
Dengan mengundang Gus Miftah dan Cak Percil acara semakin gayeng tanpa meninggalkan nuansa religi dan kekhidmatannya. Masyarakat Kota Batu berdatangan sejak sore hari untuk menunggu tausiyah dari Gus Miftah dan hiburan lawak dari Cak Percil. Beberapa bahkan sampai membawa alas masing-masing agar dapat duduk di sekitar panggung. Antusias masyarakat terlihat dari tepi pagar lantai satu hingga tiga di dekat area tengah pasar. Tempat yang kosong akan cepat terisi, bahkan sebelum Gus Miftah datang ke lokasi.
Dalam tausiyah-nya, Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman menyampaikan, bulan Ramadan ibarat seorang tamu. Sementara umat muslim merupakan tuan rumahnya. "Oleh karena itu, dalam bulan Ramadan hendaknya mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik. Termasuk juga dalam mempersiapkan diri di malam turunnya Alquran yaitu Nuzulul Quran," jelasnya.
Gus Miftah melanjutkan, Ramadan juga merupakan tuannya bulan. Kemuliaannya berada di atas bulan-bulan lainnya. Karena itu, ibadah pada bulan tersebut pahalanya akan lebih besar dibandingkan 11 bulan lainnya. "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakan bulan Ramadan," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta itu.
Tausiyah Gus Miftah yang diiringi dengan celetukan Cak Percil Cs berjalan dengan jenaka, tapi mampu menyampaikan pesan agama secara tegas. Hal lain yang disampaikan Gus Miftah adalah pentingnya menahan diri, mengasah kesabaran dan istiqomah dalam menjalankan kehidupan.
Sementara itu, Percil Cs mampu membuat suasana tausiyah menjadi sangat menyenangkan dengan guyonan yang dibawakan. Percil mengatakan, akhirnya ia dan tim berkunjung ke Pasar Among Tani Kota Batu. "Saya ingin jualan kuliner di sini, karena ini pasar paling besar di Indonesia. Namun agar masyarakat internasional mengerti dan harganya menjadi tinggi, saya akan ubah nama makanannya jadi Bahasa Inggris. Seperti sadness meatball atau bakso Malang, tofu circle friend surprise atau tahu bulat digoreng dadakan, dan sop chicken Mr. defisit atau sop ayam Pak Min," katanya sambil dibarengi dengan gelak tawa masyarakat.
Cak Percil cs melanjutkan, jika hari ini diisi oleh tausiyah maka besok akan diisi oleh beragam bintang tamu lain. "Kurang enak pie warga Batu. Acara seperti ini harus diadakan setiap tahun. Kalau tidak diteruskan ya rugi. Siapa yang rugi ? Ya saya," ujarnya mengakhiri. Tepuk tangan meriah mengiringi penutupan stand up comedy Cak Percil cs. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah