Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Uang Palsu Mulai Ramai Beredar di Kota Wisata Batu

Kholid Amrullah • Kamis, 14 Maret 2024 | 15:00 WIB

 

SEPERTI ASLI: Uang palsu yang digunakan untuk transaksi di kios buah milik Wahyu Kurniawan.
SEPERTI ASLI: Uang palsu yang digunakan untuk transaksi di kios buah milik Wahyu Kurniawan.

BATU – Selain jadi incaran maling motor, Kota Batu sepertinya juga mulai dibidik oleh para pengedar uang palsu. Memasuki bulan Ramadan ini, peredaran uang palsu sudah memakan korban sekitar 5 pedagang. 

Salah satu korbannya adalah Khoirul penjual buah di Jalan Suropati, Desa Pesanggrahan. Ia mengaku sudah menjadi korban modus kejahatan ini, termasuk beberapa pedagang lainnya.  "Saya sudah tiga kali kena uang palsu," katanya. Khoirul menjelaskan terakhir ia mendapat uang palsu pada Selasa (12/3) lalu. Menurutnya pelaku menyasar beberapa pedagang yang ada di pinggir jalan seperti penjual makanan dan buah. 

Bahkan ia sudah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Ia bertukar informasi dengan korban lain dan menyimpulkan jika pelaku adalah orang yang sama. Pelaku menggunakan modus berbelanja saat keadaan ramai. Hal itu membuat para penjual tidak terlalu fokus dengan pembayaran yang diberikan oleh pelaku. 

Dia menjelaskan ciri-ciri pelaku yaitu seorang laki-laki menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy. Motor pelaku adalah dengan kondisi brondol. "Pokoknya kalau ada orang pembeli yang pakai masker dan nggak lepas helm itu pelakunya," terang dia. 

Selain itu, tanda yang cukup jelas adalah adanya tato di bagian tangan kirinya. Pelaku selain berhasil menipu penjual ia juga berhasil mendapatkan beberapa kilo buah dari penjual. Pelaku juga masih mendapatkan kembalian dari penjual setelah transaksi. 

Khoirul mengaku saat kondisi ramai tidak sempat melakukan pengecekan uang. "Kalau dari teman sudah banyak sekitar 5 penjual yang kena, pelaku menggunakan uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu," imbuhnya. 

Kini setelah kejadian ini, Khoirul dan penjual lain lebih berhati-hati saat menerima transaksi uang ukuran besar. Dugaan sementara pelaku masih berkeliaran di Kota Batu. Walau mengalami kerugian, para pedagang belum melaporkan kejadian ini ke kepolisian. 

Khoirul mengungkapkan, uang palsu yang beredar saat ini cukup sulit jika dibedakan dengan uang asli pada umumnya. ”Saya ada mendapatkan informasi kalau uang palsu  sudah menyerupai dengan uang aslinya, bentuk uangnya sama,” bebernya. Selain itu lanjutnya, biasanya para pelaku mengedarkan uang palsu menyasar pada warung-warung kecil. Untuk itu, pedagang kecil wajib waspada. (pri/lid) 

Editor : Kholid Amrullah