BATU - Keripik buah merupakan salah satu makanan unggulan dari Kota Batu. Tak hanya digemari di dalam negeri, makanan ini juga laku keras di luar negeri. Pada tahun 2023, keripik buah dan sayuran menjadi peringkat utama komoditas ekspor Kota Batu ke luar negeri.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Nur Bianto mengatakan, nilai total untuk ekspor keripik buah dan sayur pada tahun 2023 mencapai Rp 700 juta. Makanan itu diekspor ke Singapura oleh Arjuna Club Indonesia sebanyak 2 kontainer dan 2 food truck. "Ini menjadi ekspor ke luar negeri terbesar sepanjang 2023," ujarnya pada koran ini, Senin (15/1).
Sementara itu, Kota Batu juga mengekspor beberapa barang lain seperti pot serabut tanaman ke Jepang sebanyak 3 ton. Total nilai ekspornya mencapai Rp 442 Juta. Selanjutnya ada bunga petik yang dikirim ke China sebanyak 20 ton dengan total nilai Rp 135 Juta. Lalu, ada 940 box mebel kayu yang dikirim ke Jepang dengan nilai Rp 134 juta. Terakhir, ekspor 11 ton kentang ke Malaysia dengan nilai Rp 102 Juta.
Nur mengatakan, dalam mengekspor barang, Kota Batu tidak memiliki target khusus. Target justru ada di bidang promosi dagang baik di dalam maupun di luar negeri. "Pada promosi produk kami melaksanakannya melalui misi dagang dalam negeri ataupun mengikuti misi dagang luar negeri," ujarnya.
Meskipun pembinaan pada UMKM bukan ranahnya, tapi Nur berharap, pembinaan di bidang UMKM akan menumbuhkan pelaku usaha yang memiliki kapasitas sebagai eksportir. "Dengan begitu kami juga bisa mengikutkan mereka ke berbagai event, baik dalam negeri maupun di luar negeri," jelasnya.
Saat ini, Nur masih menjalankan misi dagang daerah kabupaten maupun kota lain. Ke depannya, ia berharap Kota Batu akan mendapatkan peluang pasar yang lebih besar di luar negeri. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah