BATU - Libur Natal dan tahun baru (Nataru) sebabkan sampah membeludak di Kota Batu.
Salah satunya ada di Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Oro-Oro Ombo.
Sejak libur Nataru, per harinya sampah yang ma suk ke TPS3R mencapai 10 ton.
Tak hanya mengelola sampah warga sekitar, TPS3R Oro-Oro Ombo juga bekerja sama dengan para pelaku usaha.
Ketua TPS3R Oro-Oro Ombo Titik Setyowati mengatakan ada 7 pelaku usaha yang telah bekerja dengan mereka.
“Ada 1 mal, 2 hotel, 2 tempat wisata, dan 2 kafe yang bekerja sama dengan kami dalam mengelola sampahnya,” jelasnya pada koran ini, Senin (1/1).
Peningkatan jumlah sampah sebenarnya terjadi sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung ditutup.
Sebelum itu, TPS3R Oro-Oro Ombo hanya menerima 9 ton per minggunya.
“Namun setelah TPA tutup, TPS3R menerima 8 ton per hari,” ucapnya.
Jumlah ini menurun di bulan November, mencapai 6 sampai 7 ton per harinya.
Saat libur Nataru, jumlahnya melonjak naik. Titik mengatakan, selama libur Nataru per hari ada 10 ton sampah yang masuk.
Ia mengaku kewalahan dengan lonjakan sampah di masa liburan tersebut.
“Kami jelas kewalahan,” ujarnya.
Jumlah pekerja dirasa kurang untuk menangani sampah libur Nataru.
Meskipun begitu, Titik optimistis dapat menyelesaikan sampah-sampah yang menumpuk itu.
“Kami tetap mengelola sampah. Namun jika belum dapat terolah sepenuhnya dalam 1 hari maka akan di tumpuk dulu,” ujarnya.
Ia mengatakan, libur Nataru tak berjalan lama sehingga penumpukan sampah ini juga akan berangsur-angsur tertangani. (sif/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana