Yudistira Satya Wira Wicaksana• Selasa, 2 Januari 2024 | 20:22 WIB
SIAP BEROPERASI: Alat pembakar sampah di TPA Tlekung siap digunakan mulai 5 Januari mendatang.
Mesin Pembak aran Sampah Diklaim Ramah Lingkungan
BATU - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung Kota Batu bakal difungsikan kembali pada 5 Januari 2024 mendatang.
Keputusan ini diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dengan pertimbangan, saat ini TPA Tlekung telah mempunyai 3 mesin incinerator baru.
Kepala DLH Kota Batu Muji Dwi Leksono menjelaskan, 3 mesin incinerator di TPA Tlekung Kota Batu ini telah diuji coba pada 9 Desember 2023 lalu.
Kemudian, diuji coba lagi pada (28/12) lalu.
Meski sekarang sudah ada mesin, ia menekankan desa, kelurahan, dan masyarakat harus tetap mengoptimalkan pemilihan sampah.
“Harga 1 unit incinerator ini sekitar Rp 4 miliar. Jadi, totalnya mencapai 12 miliar dari sumber dana APBD Kota Batu. Alatnya juga dibeli dari dalam negeri,” ujarnya.
Muji berharap, keberadaan mesin ini dapat membuat pengelolaan sampah bisa berjalan optimal dan TPA Tlekung dapat difungsikan kembali. Karena mesin incinerator-nya ada 3.
Jadi, ada pembagian seperti mesin pertama difungsikan untuk mengelola sampah yang ada di TPA, mesin kedua untuk sampah dari TPS3R Desa Tlekung, dan mesin ketiga khusus sampah dari luar Desa Tlekung.
Selanjutnya, apakah dengan adanya 3 mesin incinerator, TPA Tlekung akan dibuka kembali? Muji mengatakan, TPA Tlekung Kota Batu akan difungsikan kembali pada 5 Januari 2024.
“Skema-nya sampah dari dump truck akan masuk ke mesin incinerator. Sehingga, tidak ada penumpukan,” katanya.
Kemudian, pihaknya ingin semua dump truck ditutup dengan terpal.
Agar tidak ada sampah yang berjatuhan di jalanan dan tidak bau.
Ditambahkannya, persoalan sampah di Kota Wisata Batu harus segera ditangani dengan maksimal.
Terutama, sampah pasar maupun perkotaan.
“Tanggal 5 Januari 2024, sampah yang belum tertangani akan dibakar dalam mesin incinerator ini. Sambil menunggu TPS3R desa atau kelurahan optimal, baru lah sampah yang masuk ke TPA Tlekung ke depannya hanya residu,” beber Muji.
Sementara itu, Teknisi Dodika Incenarator Yuda Wika menerangkan, kapasitas mesin 1 unit incinerator dapat menampung 10-15 ton sampah per hari (1x24 jam).
Dengan pengaturan suhu sekitar 800 hingga 1.000 derajat celcius.
Keunggulan dari mesin pembakaran ini adalah asap yang keluar tidak berwarna hitam melainkan putih (ramah lingkungan).
“Sedangkan, hasil sisa pembakarannya berupa abu. Jika di Banyumas, fungsi abu ini dapat digunakan sebagai campuran bahan pembuatan paving,” jelasnya.
Dia menyebut, mesin incinerator yang dimiliki oleh TPA Tlekung Kota Batu ini juga dimiliki oleh beberapa wilayah di Indonesia.
Seperti di Kabupaten Badung, Palembang, dan Manado. (ifa/lid)