BATU - Lonjakan mobilitas kendaraan diperkirakan bakal kembali menguji kapasitas jalan di Kota Batu pada libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada puncak arus wisata, volume kendaraan yang masuk diprediksi menembus 242 ribu unit per hari.
Prediksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) tahap I di Balai Kota Among Tani kemarin (10/3). Rapat ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemacetan selama musim libur Lebaran.
Wali Kota Batu Nurochman menilai karakteristik pola lalu lintas kota wisata ini berbeda dari daerah lain. Arus kendaraan melonjak tajam saat musim libur panjang. “Kota Batu tidak memiliki ruas jalan nasional. Sebagian besar hanya jalan provinsi dan jalan kota,” ujarnya.
Karena itu, koordinasi antarwilayah di Malang Raya sangat penting. Ia menilai kerja sama lintas daerah diperlukan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang datang dari berbagai arah.
Termasuk membuka akses jalan baru yang dapat menghubungkan wilayah Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang. Secara keseluruhan, pergerakan kendaraan selama periode libur Lebaran diperkirakan mencapai 1,49 juta unit.
Angka tersebut menjadi peringatan bagi petugas agar memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan. Selain kemacetan, pemerintah juga mewaspadai potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Beberapa jalur di Kota Batu dikenal rawan longsor maupun pohon tumbang saat hujan dan angin kencang. Sementara itu, Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim telah memetakan titik rawan macet yang akan menjadi fokus pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Simpul kemacetan klasik antara lain Pertigaan Pendem dan Simpang Junrejo. Dua titik ini hampir selalu padat saat musim libur. Selain itu, polisi juga mempertimbangkan penutupan sementara jalur Klemuk selama arus mudik untuk meminimalkan risiko kecelakaan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho