Program Rontgen Gratis di Puskesmas Sisir Kota Batu Temukan 32 Kasus TBC

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB
JEMPUT BOLA: Warga bersiap mengikuti tes rontgen paru-paru dalam program pemeriksaan kesehatan gratis di Balai RW 08 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, kemarin (27/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)
JEMPUT BOLA: Warga bersiap mengikuti tes rontgen paru-paru dalam program pemeriksaan kesehatan gratis di Balai RW 08 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, kemarin (27/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 32 kasus baru tuberkulosis (TBC) ditemukan melalui program pemeriksaan aktif atau Active Case Finding (ACF) yang digelar Puskesmas Sisir di sembilan titik kemarin (27/10). Temuan itu mendorong penguatan pelacakan kasus melalui layanan rontgen gratis yang menyasar 100 warga di Balai RW 08, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Ketua Tim Pencegahan dan Penanggulangan TBC Puskesmas Sisir dr Emie Prabawati mengatakan, pemeriksaan langsung ke masyarakat efektif mempercepat penemuan kasus. Sebab, jika hanya mengandalkan warga yang datang sendiri ke puskesmas, proses deteksi berpotensi lebih lama.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda 2026, Polda Jatim Tekankan 3 Nilai Penting bagi Anak Muda

Menurut Emie, pasien yang terdeteksi TBC langsung diarahkan untuk menjalani pengobatan. Langkah itu penting untuk menekan risiko penularan di lingkungan sekitar. Selain rontgen paru-paru, warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC juga menjalani tes tuberkulin. “Pemeriksaan dilakukan melalui penyuntikan di bawah kulit,” ujarnya.

Langkah tersebut digunakan untuk mendeteksi infeksi TBC, termasuk infeksi laten yang belum menimbulkan gejala aktif. Emie menyebut, upaya penemuan kasus secara aktif diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit. Indonesia sendiri masih termasuk negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.

Baca Juga: Demo #IndonesiaSadar Hari Ini, Ini Jalan Jakarta yang Terdampak dan Jalur Alternatifnya

Petugas Puskesmas Sisir Idha menambahkan, layanan jemput bola membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Sebab, biaya rontgen secara mandiri diperkirakan berkisar Rp 400-500 ribu. Warga yang mengalami gejala TBC di luar kegiatan ACF juga dapat mengakses rontgen gratis melalui fasilitas rujukan dari puskesmas.

“Rujukan dari kami biasanya ke RSUD Karsa Husada Kota Batu,” tutur Idha. Sementara itu, warga yang bersedia mengikuti pemeriksaan dalam program ACF mendapat bantuan biaya transportasi sebesar Rp 30 ribu.

Editor : Fajar Andre Setiawan
TBC Kota Batu puskesmas kota batu sisir