BATU - Riwayat merokok masih menjadi temuan dominan pada pasien gawat darurat jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Batu. Fakta itu terungkap saat rumah sakit menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Pasar Induk Among Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, kemarin (7/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jantung Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional. Ratusan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan untuk memantau kondisi kesehatan. Selain itu, sekaligus mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Panggil Dinas Soal Izin PT Esa
Salah satunya Suparmi, warga Desa Pesanggrahan. Perempuan tersebut rutin memantau hipertensi yang telah dideritanya selama 18 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterolnya turun menjadi 187. “Tekanan darah saya masih 153 per 104,” bebernya.
Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karsa Husada Ahmad Sirojul Millah mengatakan, pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi risiko penyakit mematikan, termasuk serangan jantung. Dari pengalaman penanganan pasien di IGD, mayoritas pasien gawat darurat jantung diketahui memiliki riwayat sebagai perokok aktif.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Soroti Debit Air di Sumberbrantas
“Warga perokok sangat kami anjurkan segera mengikuti program khusus berhenti merokok di poli paru,” tegas Ahmad. Di lokasi pemeriksaan, rumah sakit lebih mengedepankan edukasi dan deteksi dini. Warga yang menunjukkan hasil pemeriksaan tidak normal diarahkan menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kegiatan sosial tersebut juga dirangkai dengan donor darah. Direktur RSUD Karsa Husada dr. Muhamad Rizal mendukung kegiatan pemeriksaan dan edukasi tersebut. Selain pemeriksaan kesehatan, panitia menargetkan 100 warga mengikuti donor darah. “Souvenir juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi para pendonor,” pungkasnya.