BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu mengalokasikan Rp1,72 miliar untuk program Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) sepanjang 2026. Anggaran tersebut digelontorkan ketika prevalensi stunting justru meningkat menjadi 12,75 persen pada bulan timbang Agustus.
Pada Februari 2026, prevalensi stunting tercatat 10,39 persen. Enam bulan kemudian, angka tersebut naik menjadi 12,75 persen.
Baca Juga: Angkot Malang Kejepit Gara-Gara Trans Jatim, Sopir Ngaku Pendapatan Terjun Bebas
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Hasanatul Mardiyah Hisyam mengatakan anggaran P3S diarahkan terutama kepada anak di bawah dua tahun (baduta) dan kelompok ibu yang berisiko melahirkan anak stunting.
Intervensi ditentukan berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan anak. Baduta yang pertambahan tingginya tidak sesuai harapan akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis anak.
Baca Juga: H-1 Konser Pita Kita, Ini Informasi Lengkap Penukaran Tiketnya
“Bagi anak yang belum terkena stunting, tetapi ada risiko dia akan diberikan Pangan Diet Khusus (PDK),” ujarnya.
Pangan khusus tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Pemberiannya disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan masing-masing anak.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 29 September: Berkabut Dini Hari, Suhu Puncak 24 Derajat Menjelang Siang
Sasaran intervensi juga mencakup ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK). Ibu menyusui yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga menjadi kelompok sasaran.
“PDK juga diberikan kepada ibu menyusui bayi dengan BBLR,” kata Hasanatul. Selain bantuan pangan, Dinkes memperkuat edukasi orang tua mengenai pemenuhan gizi.
Baca Juga: Jadwal Salat Kota Batu 29 September 2026
Penyuluhan pemberian makanan tambahan (PMT) dilakukan melalui posyandu agar pengetahuan orang tua dapat diterapkan dalam menu sehari-hari.
Edukasi juga dilakukan melalui kelas Pos Gizi Penanganan Stunting (Pozting). Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Temas, tahun ini kegiatan diarahkan ke Desa Junrejo dan Pesanggrahan sebagai lokasi fokus P3S.
Baca Juga: Jioo Coffee & Eatery Batu, Bukan Cuma Tempat Ngopi, Ada Nasi Cumi hingga Paru Balado
“Setiap pertemuan, orang tua diberi pendampingan. Khususnya dalam menyiapkan makanan yang bergizi,” jelas Hasanatul.
Pemkot juga memperkuat kebijakan melalui sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Batu Nomor 20 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Namun, kenaikan prevalensi membuat pelaksanaan program harus terus dievaluasi. Ukuran keberhasilan intervensi tidak hanya terletak pada anggaran yang tersedia, tetapi juga perubahan kondisi anak pada pengukuran berikutnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan