Peternak Batu Rutin Vaksin Sapi Tiap Enam Bulan

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:00 WIB
VAKSINASI PMK: Tim Puskeswan Kota Batu melakukan pemantauan sapi yang sedang terkena PMK di kandang milik peternak beberapa waktu lalu. (UTAMI KURNIAWATI FOR RADAR BATU)
VAKSINASI PMK: Tim Puskeswan Kota Batu melakukan pemantauan sapi yang sedang terkena PMK di kandang milik peternak beberapa waktu lalu. (UTAMI KURNIAWATI FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sejumlah peternak di Kota Batu memilih rutin memberikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada ternaknya. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga sapi tetap sehat sekaligus mengurangi risiko penyakit yang pernah menyebabkan kerugian besar.

Suprapto, peternak asal Dusun Gunungsari, mengatakan enam sapinya rutin mendapatkan vaksin setiap enam bulan. Vaksin terakhir diberikan sekitar sebulan lalu melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Batu.

“Vaksin yang diberikan efektif untuk mencegah PMK. Sapi-sapi saya setiap enam bulan sekali rutin diberi vaksin,” katanya.

Kewaspadaan juga dilakukan Fahmi Hamdani, Kepala Dusun Kapru, Desa Gunungsari. Dia kini memelihara 20 pedet untuk penggemukan.

Baca Juga: Cegah Keracunan Terulang, Dinkes Kota Batu Wajibkan Sampel MBG Minimal 250 Gram - Radar Batu

Fahmi menjaga kebersihan kandang dan menggunakan disinfektan. Lalu lintas ternak juga dibatasi untuk mengurangi risiko masuknya penyakit dari luar wilayah.

Pengalaman pada 2022 membuatnya lebih waspada. Saat itu, dua sapinya mati setelah mengalami luka pada mulut.

Ternak tersebut juga mengeluarkan banyak air liur dan kehilangan nafsu makan. Kondisi tubuh sapi kemudian terus melemah.

Menurut Fahmi, PMK tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak. Penurunan nafsu makan dapat membuat bobot sapi turun. Pada sapi perah, infeksi juga berpotensi menurunkan produksi susu.

Baca Juga: Indonesian Television Awards 2026 Sudah Open Voting, Berikut Kategori dan Nominasinya - Radar Batu

“Karena sapinya kan tidak mau makan, jadi bobotnya turun. Kalau virusnya menyerang sapi perah, produktivitasnya juga bakal menurun,” ujarnya.

Selain vaksinasi, sebagian peternak menggunakan ramuan tradisional sebagai pendamping. Kunyit dan brotowali pernah digunakan sejumlah peternak ketika PMK merebak.

Namun, ramuan tersebut tidak menggantikan vaksinasi. Pencegahan tetap membutuhkan kebersihan kandang, sanitasi, dan pengawasan lalu lintas ternak.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Kesehatan Hewan Ternak ternak pmk hewan ternak vaksin