Realisasi Vaksinasi PMK Kurang 6.800 Dosis, Distan-KP Sudah Salurkan 66,8 Persen dari Target Tahunan

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi Ternak Sapi
Ilustrasi Ternak Sapi

BATU, RADAR BATU - Sepanjang Januari-Agustus Pemkot Batu telah merealisasikan sekitar 13.700 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah tersebut baru sekitar 66,8 persen dari target tahunan sebanyak 20.500 dosis. Artinya, masih ada sekitar 6.800 dosis yang harus direalisasikan hingga akhir tahun untuk menutup target vaksinasi ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan vaksin diberikan kepada sapi, kambing, dan domba. Takaran penggunaannya disesuaikan dengan jenis ternak. “Satu dosis vaksin PMK untuk sapi itu bisa digunakan untuk dua domba atau dua kambing,” ujarnya.

Selain vaksinasi, peternak juga mendapatkan vitamin dan obat cacing. Tujuannya untuk membantu menjaga kondisi kesehatan ternak. Pemberian vitamin disesuaikan dengan ukuran sapi setelah mendapatkan vaksin. Menurut Hendry, vaksin PMK diberikan secara berkala. Vaksinasi pada sapi dianjurkan setiap enam bulan sekali.

Baca Juga: Cegah Keracunan Terulang, Dinkes Kota Batu Wajibkan Sampel MBG Minimal 250 Gram - Radar Batu

Hal itu dilakukan untuk mempertahankan perlindungan. Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan kesadaran peternak. Sebab, pemerintah tidak memaksakan pemberian vaksin kepada pemilik ternak yang menolak. Karena itu, edukasi terus dilakukan agar peternak memahami pentingnya vaksinasi.

Imunitas ternak dinilai menjadi salah satu benteng utama. Khususnya untuk mencegah munculnya kembali kasus PMK yang sebelumnya sempat tinggi. Distan-KP juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Setiap laporan ternak sakit ditindaklanjuti dengan penelusuran riwayat asal hewan.

Langkah tersebut diperlukan karena mobilitas ternak berpotensi menjadi jalur penyebaran virus antardaerah. “Saat ada yang melaporkan ternaknya sakit, kami juga bertanya beberapa hal. Misalnya sapi sebelumnya dari daerah mana,” kata Hendry.

Baca Juga: Bukan Hanya Sekadar Girlgroup, 3 Sinetron Klasik SCTV Ini Juga Turut Diperankan Oleh Blink - Radar Batu

Vaksinasi menjadi semakin penting karena kasus PMK di Kota Batu masih ditemukan meski telah melandai. Pada 2026, terdapat 16 sapi yang dilaporkan suspek PMK. Meski begitu, angkanya turun jauh dibandingkan 90 sapi pada 2025.

Peternak juga merasakan manfaat vaksinasi. Suprapto, peternak asal Dusun Gunungsari, mengatakan enam sapinya rutin mendapatkan vaksin setiap enam bulan. Vaksin terakhir diberikan sekitar sebulan lalu melalui KUD Batu. “Vaksin yang diberikan efektif untuk mencegah PMK. Sapi-sapi saya setiap enam bulan sekali rutin diberi vaksin,” katanya.

Selain vaksinasi pemerintah, sebagian peternak masih menggunakan ramuan tradisional. Mereka menilai itu menjadi upaya pendamping untuk menjaga kondisi ternak. Kepala Dusun Kapru, Desa Gunungsari Fahmi Hamdani menyebut kunyit dan brotowali pernah digunakan sejumlah peternak ketika kasus PMK merebak.

Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Merambat ke Kawinajang, Tim Gabungan Dikerahkan - Radar Batu

Namun, ramuan tersebut lebih diposisikan sebagai pendamping. Menurut Fahmi, persoalan utama ketika sapi terserang PMK adalah hilangnya nafsu makan akibat luka pada mulut. Kondisi tersebut membuat ternak kekurangan energi dan berat badan turun. “Sapi terkena PMK yang mati, biasanya karena kekurangan energi,” ujarnya.

Pengalaman Fahmi pada 2022 menjadi pelajaran. Dua sapinya mati setelah mengalami luka pada mulut. Selain itu juga mengeluarkan banyak air liur, kehilangan nafsu makan, hingga kondisi tubuh terus melemah. Karena itu, ia kini lebih ketat menjaga kebersihan kandang dan menggunakan disinfektan.

Pembatasan lalu lintas ternak juga dilakukan untuk mengurangi risiko masuknya penyakit dari luar wilayah. Virus PMK memang tidak menular kepada manusia. Namun, dampaknya terhadap peternak dapat cukup besar. Pasalnya, infeksi membuat ternak kehilangan nafsu makan, bobot turun, dan pada sapi perah dapat menurunkan produksi susu.

Dengan realisasi 13.700 dosis hingga Agustus, Pemkot Batu masih harus mengejar sekitar 6.800 dosis dalam empat bulan terakhir 2026. Percepatan vaksinasi menjadi penting agar capaian target tidak sekadar memenuhi angka. Namun, benar-benar membentuk perlindungan ternak secara merata dan berkelanjutan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Kesehatan Hewan Ternak ternak pmk vaksinasi hewan ternak