Kasus PMK Kota Batu Anjlok, Tinggal 16 Sapi

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi Ternak Sapi
Ilustrasi Ternak Sapi

BATU, RADAR BATU – Kasus suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Kota Batu turun drastis sepanjang 2026. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu mencatat hanya 16 sapi dilaporkan suspek PMK tahun ini. Angka itu turun dari 90 sapi pada 2025.

Kepala Distan-KP Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, seluruh 16 kasus tahun ini ditemukan di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Saat dilaporkan, kondisi sapi disebut sudah hampir pulih.

“Sebelumnya, sapi tersebut memiliki luka melepuh di mulutnya seperti sariawan,” ujarnya. Sementara itu, 90 kasus suspek PMK pada 2025 tersebar di tujuh desa. Meliputi Desa Bulukerto, Gunungsari, Giripurno, Punten, Sumbergondo, Beji, dan Junrejo.

Baca Juga: One Piece Film: Baad Resmi Diumumkan untuk 2029, Ini Fakta yang Sudah Terungkap - Radar Batu

Hendry memastikan seluruh ternak tersebut telah sembuh. Tidak ada sapi yang mati maupun dipotong paksa akibat PMK.

Meski kasus melandai, pengawasan tetap diperlukan. Sebab, PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing, dan domba.

Penularan dapat terjadi melalui air liur, cairan lepuh, susu, hingga kotoran hewan terinfeksi. Penyakit juga dapat menyebar melalui mobilitas ternak dan sarana pendukungnya.

Baca Juga: Katarsis, Serial Dark Comedy Thriller Indonesia yang Dibintangi Pevita Pearce, Akan Hadir di Netflix - Radar Batu

“Selain itu juga harus ada pengawasan lalu lintas ternak,” katanya.

Karena itu, penurunan kasus perlu diikuti pencegahan konsisten. Di antaranya menjaga kebersihan kandang, melakukan sanitasi peralatan, dan memberikan vaksinasi kepada ternak sehat.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Distan-KP Kasus Suspek PMK pmk hewan ternak sapi