190 Kasus TBC Ditemukan di Kota Batu hingga Juni

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi seseorang terkena penyakit TBC (Freepik.com/krakenimages.com)
Ilustrasi seseorang terkena penyakit TBC (Freepik.com/krakenimages.com)

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 190 kasus tuberculosis (TBC) terkonfirmasi di Kota Batu sepanjang Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan dua tahun sebelumnya, tetapi penularan TBC masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu.

Pada 2024, tercatat 557 kasus TBC. Angka tersebut turun menjadi 518 kasus pada 2025. Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti mengatakan penurunan kasus harus diikuti penguatan deteksi dan pengobatan. Sebab, penularan masih dapat terjadi ketika kasus terlambat ditemukan atau pasien tidak menyelesaikan pengobatan.

“Sedangkan, hingga triwulan kedua 2026 (Januari-Juni), terkonfirmasi TBC ditemukan 190 kasus,” ujarnya, Jumat (21/8).

Baca Juga: Wacana Merger 9 SD Negeri di Kota Batu Masih Menggantung - Radar Batu

Menurut Yuni, TBC umumnya menyerang paru-paru. Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk berkepanjangan, terutama lebih dari dua pekan.

Gejala lain meliputi berat badan dan nafsu makan menurun, badan lemah, demam berulang, berkeringat pada malam hari, batuk darah, hingga sesak napas.

Warga yang mengalami gejala tersebut perlu menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak maupun rontgen sesuai indikasi.

Baca Juga: Dinkes Temukan Tiga Kasus Campak - Radar Batu

“Jika terkonfirmasi TBC, penanganannya fokus pengobatan sampai sembuh,” kata Yuni.

Pengobatan menggunakan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pasien harus menjalani terapi sesuai standar hingga selesai.

Penghentian obat sebelum waktunya dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko TBC resistan obat.

Baca Juga: Terdampak Kabut Asap Karhutla, Brunei dan Malaysia Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN - Radar Batu

Pemerintah menyediakan OAT secara gratis melalui fasilitas kesehatan yang memberikan layanan TBC. Di antaranya puskesmas dan rumah sakit.

Dinkes juga melakukan pemantauan agar pasien menyelesaikan pengobatan.

Selain pasien, orang yang tinggal serumah dengan penderita juga diperiksa. Kontak erat menjadi perhatian karena TBC dapat menular melalui udara ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.

Baca Juga: 190 Kasus Baru TBC Ditemukan. Jumlahnya Turun dari 557 pada 2024 - Radar Batu

“Kami juga melakukan pemeriksaan kontak serumah dan pemberian terapi pencegahan TBC,” jelas Yuni.

Pemkot Batu juga telah menerbitkan Perwali Nomor 14 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC 2026-2030.

Baca Juga: Tampil di Seri Luar Negeri ‘Reacher’, Nama Agnez Mo Naik Menjadi #2 di IMDb’s STARmeter - Radar Batu

Kebijakan tersebut menjadi dasar penguatan penanggulangan TBC di Kota Batu.

Penurunan kasus dari 557 pada 2024 menjadi 518 pada 2025 dan 190 kasus hingga Juni 2026 menjadi sinyal positif. Namun, Dinkes tetap mendorong masyarakat aktif melakukan pemeriksaan dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Editor : Fajar Andre Setiawan
TBC Kota Batu Pengobatan TBC dinas kesehatan tuberkulosis dinkes kota batu