BATU, RADAR BATU - Sebanyak 21 kantong darah berhasil dihimpun RS Baptis Kota Batu dalam aksi donor darah kemarin (14/7). Kegiatan itu digelar bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Sasaran utamanya para pedagang di Pasar Induk Among Tani. Namun, sejumlah wisatawan juga ikut berpartisipasi.
Aksi sosial dimulai sejak pukul 06.30. Sebelum donor darah, peserta mengikuti senam zumba bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Mulai cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Peserta juga mendapat layanan konsultasi kesehatan. Hasil pemeriksaan dijelaskan langsung oleh tenaga medis.
BACA JUGA: Sempat di Bawah Target pada 2025, Pemerintah Dorong Anggaran Pendidikan 2026 Lampaui 20 Persen
Langkah itu menjadi bagian dari edukasi pentingnya deteksi dini penyakit. Humas RS Baptis Batu Andrew Yehu mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Batu. Warga Malang hingga wisatawan luar daerah juga ikut hadir. Donor darah dimulai pukul 08.30. Sebanyak 21 peserta dinyatakan lolos skrining kesehatan.
Sementara, beberapa calon pendonor tidak dapat mendonorkan darahnya karena alasan medis. Andrew menjelaskan, proses skrining dilakukan ketat. “Tekanan darah maksimal 140/90 mmHg, berat badan minimal 50 kilogram, dan usia pendonor dibatasi hingga 60 tahun,” ungkapnya.
BACA JUGA: UNESCO Dorong Pelajar Jadi Pencipta Konten yang Bertanggung Jawab
Salah satu peserta, Dudik Arifianto, mengaku rutin mendonorkan darah setiap dua bulan. Warga Jalan Arjuna, Kota Batu, itu telah 23 kali menjadi pendonor. Menurut Dudik, donor darah bukan hanya membantu orang lain. Ia juga merasakan manfaat bagi kebugaran tubuhnya. “Kalau selesai donor, badan terasa lebih enteng dan segar,” tandasnya. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan