BATU - Minat masyarakat Kota Batu terhadap program keluarga berencana (KB) permanen terus meningkat. Hingga pertengahan tahun, jumlah peserta Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Dari target dua peserta MOP sepanjang 2026, sudah empat pria mengikuti program tersebut.
Sementara itu, kuota Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi juga hampir terpenuhi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu mencatat, dari kuota 64 peserta, sebanyak 43 perempuan telah menjalani tindakan MOW.
Kabid Pemberdayaan Penduduk dan KB DP3AP2KB Kota Batu Sintiche Agustina Pamungkas mengatakan tingginya minat masyarakat didorong layanan yang sepenuhnya dibiayai pemerintah. Mulai pemeriksaan kesehatan hingga tindakan operasi diberikan gratis.
Setelah operasi, peserta juga menerima uang pengganti pendapatan sebesar Rp 450 ribu selama masa pemulihan,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program, DP3AP2KB menggandeng sekitar 30 fasilitas kesehatan di Kota Batu.
Meski gratis, setiap calon peserta tetap harus lolos pemeriksaan kesehatan. Di antaranya meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, tes kehamilan bagi peserta perempuan, dan asesmen kesiapan fisik dan psikologis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr. Icang Sarrazin menilai kontrasepsi permanen berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi ibu dan bayi. Menurutnya, program ini membantu mengurangi risiko kehamilan yang masuk kategori empat terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu sering melahirkan.
“KB permanen dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk perdarahan pada ibu dan bayi lahir dengan berat badan rendah akibat kehamilan yang tidak direncanakan,” jelasnya. Ia menambahkan, pengaturan jarak kelahiran juga memberi waktu bagi organ reproduksi untuk pulih. Hal itu dapat menekan risiko kesehatan pada kehamilan berikutnya. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan