BATU, RADAR BATU - Jumlah bidan aktif di Kota Batu tidak mengalami perubahan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Batu, jumlah tenaga bidan saat ini berkisar antara 175 hingga 180 orang.
Ketua IBI Kota Batu Srie Fatimah Yuliastuty mengatakan stagnasi tersebut bukan disebabkan minimnya minat profesi kebidanan, melainkan karena proses regenerasi berlangsung relatif seimbang setiap tahun.
BACA JUGA: Update SPMB SD Negeri se-Batu 2026, Kuota Hampir Terpenuhi
“Rata-rata ada sekitar 10 bidan baru yang masuk setiap tahun, tetapi jumlah yang pensiun atau berhenti bertugas juga hampir sama,” ujarnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Iim itu, sebagian besar bidan di Kota Batu tidak berstatus aparatur sipil negara. Mayoritas justru berpraktik sebagai Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang membuka layanan kesehatan di lingkungan permukiman warga.
Selain itu, sejumlah bidan juga bertugas di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Batu.
BACA JUGA: Kasus Ijazah Palsu Segera Disidang, Jokowi Bakal Hadir dan Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Hakim
Data tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga kebidanan masih dapat dipenuhi meskipun jumlah personel tidak mengalami peningkatan signifikan.
IBI menilai ukuran kecukupan tenaga bidan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penduduk, melainkan lebih dipengaruhi oleh angka kelahiran dan jumlah perempuan usia subur di suatu wilayah.
BACA JUGA: Pangkas Biaya 40 Persen, Petani di Kota Batu Racik Pesnab
Karena itu, meski jumlah bidan cenderung stagnan, pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Batu dinilai masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Pemerintah Kota Batu juga terus berkoordinasi dengan organisasi profesi untuk memastikan kebutuhan tenaga kebidanan tetap terpenuhi, terutama dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan masyarakat di masa mendatang. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan