MALANG, RADAR BATU – Warga Malang Raya merasakan perubahan suhu udara yang signifikan sejak akhir bulan Mei lalu. Udara jauh lebih dingin dibanding biasanya, terutama saat malam hingga pagi hari menandakan telah dimulainya musim bediding.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang memperkirakan bahwa fenomena bediding tahun ini akan terasa jauh lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat kombinasi musim kemarau dan pengaruh El Nino yang terjadi secara bersamaan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Batu Minggu 7 Juni 2026, Mayoritas Wilayah Cerah
Dampak Bediding bagi Kesehatan
Masyarakat diminta berhati-hati dalam menghadapi bediding, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan asma.
Bediding dapat memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Cuaca dingin mempermudah penyebaran virus influenza dan rhinovirus, sehingga saluran napas rentan iritasi dan kering. Udara dingin yang masuk ke organ paru-paru dapat memicu radang dengan risiko lebih besar pada lansia dan anak-anak.
Selain itu, risiko asma kambuh juga lebih besar bagi penderitanya karena penyempitan saluran nafas akibat suhu udara dingin.
Baca Juga: Kawasan Stadion Gelora Brantas Kota Batu Dibidik Jadi Pusat Seni Baru
Bagi masyarakat yang memiliki gangguan sendi, bediding berisiko memperparah nyeri dan rematik karena pembuluh darah menyempit sehingga otot kekurangan aliran darah.
Ancam Sektor Pertanian dan Peternakan
Suhu yang mendekati titik beku, terutama di wilayah dataran tinggi Malang, berpotensi menyebabkan fenomena embun es atau dikenal dengan embun upas.
"Ancaman embun upas di wilayah dekat pegunungan, suhu bisa mencapai 0 derajat celcius, sehingga bisa memicu embun es pada daun. Kondisi itu bisa mengakibatkan tanaman membusuk dan mati kering atau gagal panen," kata Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno.
Baca Juga: Harga Pupuk dan Mulsa di Kota Batu Naik 40 Persen Imbas Rupiah Jeblok
Selain itu, bediding juga memengaruhi hewan ternak. Dampak yang muncul terutama pada penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuh. Hewan ternak juga rentan mengalami stres dan berisiko mengalami kematian akibat hipotermia.
Prayitno mengimbau masyarakat agar tetap beradaptasi dan selalu memperbarui informasi cuaca.
Editor : Aditya Novrian