Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

13 Perempuan di Kota Batu Idap Kanker Serviks, Mayoritas Terlambat Periksa karena Abaikan Gejala Awal

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:00 WIB
Illustrasi Perempuan Mengidap Kanker Serviks (Freepik
Illustrasi Perempuan Mengidap Kanker Serviks (Freepik

 

BATU, RADAR BATU - Ancaman kanker serviks di Kota Batu mulai memasuki fase mengkhawatirkan. Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat sedikitnya 13 perempuan masih menjalani pengobatan kanker leher rahim.

Mayoritas pasien diketahui datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut karena terlambat mendeteksi gejala awal.

Kondisi ini membuat peluang kesembuhan pasien menurun drastis. Dinkes menemukan sebagian besar penderita awalnya menganggap gejala kanker serviks sebagai gangguan menstruasi biasa atau efek kelelahan.

BACA JUGA: Wisata Ramah Anak di Kota Batu yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin menjelaskan, kanker serviks umumnya dipicu infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18.

“Kasus paling banyak ditemukan pada perempuan usia produktif hingga usia 45 sampai 54 tahun. Yang berbahaya, gejala awal sering diabaikan,” jelas Icang.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain pendarahan di luar siklus haid, bercak darah setelah berhubungan intim, nyeri panggul, hingga keputihan berbau menyengat.

BACA JUGA: KPK Sembelih 8 Hewan Kurban Rayakan Iduladha 2026

Menurut Icang, peluang kesembuhan kanker serviks sangat ditentukan kecepatan penanganan. Pada stadium awal, pasien masih memiliki peluang sembuh total.

Namun ketika memasuki stadium lanjut, pengobatan lebih banyak bersifat paliatif atau mengurangi rasa sakit.

“Kondisi paling berat saat pasien datang di stadium empat karena sel kanker sudah menyebar ke organ lain,” imbuhnya.

BACA JUGA: Banyak Wisatawan Datang ke Kota Batu Cuma Buat Liburan! Ini Tempat Favoritnya

Data Dinkes menunjukkan tren kasus terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Sepanjang 2025 ditemukan 10 kasus dengan satu pasien meninggal dunia. Tahun ini, empat kasus baru kembali ditemukan.

Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja menegaskan pihaknya kini memperluas layanan skrining IVA dan pap smear gratis di seluruh puskesmas.

“Kuncinya jangan takut periksa. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh,” tegas Adit. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kasus kanker serviks #dinkes #kota batu #perempuan