Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Satgas Hewan Kurban Mulai Periksa Kesehatan Ternak di Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 20 Mei 2026 | 17:00 WIB
PASTIKAN KESEHATAN: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung kondisi hewan kurban di lapak pedagang di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Selasa (19/5). Pemeriksaan ketat diberlakukan guna membentengi wilayah dari serbuan penyakit ternak menular.
PASTIKAN KESEHATAN: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung kondisi hewan kurban di lapak pedagang di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Selasa (19/5). Pemeriksaan ketat diberlakukan guna membentengi wilayah dari serbuan penyakit ternak menular.

BATU, RADAR BATU - Ancaman penyebaran penyakit menular pada hewan ternak menjelang Idul Adha membuat Pemkot Batu memperketat pengawasan di pintu masuk perdagangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu bersama Plt Wali Kota Heli Suyanto menggelar inspeksi mendadak (sidak) kesehatan hewan kurban di sepanjang Jalan Pattimura dan Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu kemarin (19/5).

Petugas menyisir lapak-lapak pedagang musiman satu per satu. Pemeriksaan fisik dilakukan secara mendetail pada komoditas sapi dan kambing. Tak sekadar mengecek gejala klinis, tim dokter hewan langsung menyuntikkan vitamin untuk menjaga imunitas ternak di tengah cuaca fluktuatif.

BACA JUGA: Pemecahan Dinas Dihantui Pembengkakan Anggaran, Belanja Pegawai Tembus 38 Persen

Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan sidak pasar ini merupakan bentuk proteksi bagi konsumen lokal. Hewan yang dinyatakan lolos uji klinis langsung diberi tanda khusus berupa label aman. “Kami menggandeng tim dokter spesialis agar masyarakat mendapatkan hewan yang benar-benar sehat,” ujar Heli di sela-sela peninjauan.

Kendati belum ditemukan kasus darurat, bayang-bayang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap menjadi fokus perhatian. Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Distan-KP Kota Batu Sri Nur Cahyani Rahayu menyatakan pengetatan arus lalu lintas ternak dari luar daerah menjadi harga mati.

BACA JUGA: Sensasi Bersantap di Tepi Sungai Mengalir di Kopi Kaliurang Pujon

“Jika ada hewan kurban dari luar kota atau kabupaten yang masuk ke Batu, petugas langsung memeriksa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal,” tegas perempuan yang akrab disapa Ani tersebut. Langkah ini krusial mengingat mayoritas pasokan hewan kurban di Kota Batu mengalir dari wilayah perbatasan, seperti Kabupaten Malang, Blitar, Mojokerto, hingga Pasuruan.

Otoritas mengonfirmasi bahwa pengawasan pascapasar akan terus diperluas ke kantong-kantong peternak lokal yang baru mendatangkan stok hewan kurban. Bahkan pada hari H Idul Adha, tim dokter hewan disiapkan untuk keliling ke masjid-masjid guna memeriksa kelayakan daging sebelum didistribusikan ke masyarakat. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#satgas kesehatan #hewan kurban #hewan ternak #idul adha #pemkot batu