Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Salah Persepsi Orang Tua Picu Risiko Stunting di Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB
JALANI SKRINING: Salah satu peserta posyandu di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menjalani skrining kesehatan kemarin (14/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
JALANI SKRINING: Salah satu peserta posyandu di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menjalani skrining kesehatan kemarin (14/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU - Masih banyak orang tua yang menganggap kenaikan berat badan sekecil apa pun sudah cukup. Deteksi dini tumbuh kembang anak terus diperketat untuk menekan risiko stunting. Dinas Kesehatan Kota Batu menggencarkan skrining melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji kemarin (14/4).

BACA JUGA WFH Perusahaan di Batu Tak Boleh Pangkas Gaji, Disnaker Tegaskan Hak Pekerja Harus Utuh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja menilai persepsi tersebut berisiko. Kenaikan berat badan harus sesuai standar usia. “Anak yang seharusnya naik 300 gram, tapi hanya 100 gram, itu sudah masuk zona waspada,” ujarnya.

Perlambatan yang dibiarkan akan membuat grafik pertumbuhan turun di bawah batas normal. Jika kondisi berlanjut, risiko stunting meningkat. Melalui Posyandu ILP, petugas kini lebih aktif memberi edukasi. Intervensi dilakukan sejak tanda awal perlambatan terdeteksi.

BACA JUGA 226 CJH Asal Kota Batu Siap Berangkat 22 April

Selain faktor asupan, pola asuh juga menjadi perhatian. Dari hasil pemantauan, banyak balita mengalami gangguan kesehatan ringan akibat konsumsi makanan yang tidak tepat. Batuk dan pilek yang berulang berdampak pada penurunan nafsu makan. Kondisi ini membuat berat badan sulit naik, bahkan berpotensi turun.

“Kepekaan orang tua sangat penting dalam kondisi seperti ini,” tambahnya. Upaya skrining juga diperluas. Tidak hanya di posyandu, petugas melakukan jemput bola ke rumah warga. Balita yang tidak hadir tetap dipantau. Kader kesehatan diminta aktif melakukan pengukuran langsung di lapangan.

BACA JUGA Kadinkes Batu Pilih Tak Mendaftar Jadi Sekda meski Jadi Kandidat Terkuat, Persaingan Mengerucut ke Tiga Nama Kuat

“Begitu grafik melambat, intervensi harus segera dilakukan. Kami tidak ingin menunggu sampai masuk kategori stunting,” tegasnya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini. Sekaligus membangun kesadaran bahwa pertumbuhan anak tidak cukup dilihat dari kenaikan berat badan semata, tetapi harus sesuai standar kesehatan. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kesehatan bayi #stunting #skrining