RADAR MALANG – Imunisasi Measles Rubella (MR) merupakan imunisasi yang berfungsi melindungi anak dari dua penyakit menular sekaligus, yaitu campak (measles) dan rubella. Vaksin MR adalah vaksin hidup yang dilemahkan yang bekerja dengan merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap kedua virus tersebut.
Terdapat dua jenis vaksin yang mengandung komponen rubella, yaitu Measles Rubella (MR) dan Measles Mumps Rubella (MMR). Vaksin MR merupakan vaksin campak dan rubella (campak Jerman) telah masuk dalam program pemerintah. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia 9 bulan, kemudian boosternya diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin pertama, dan booster keduanya setelah usia 5 tahun.
Sementara itu, vaksin MMR melindungi anak dari campak, rubella, dan gondongan (mumps). Vaksin ini umumnya diberikan mulai usia 1 tahun, kemudian boosternya diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin pertama, dan booster keduanya setelah usia 5 tahun.
Orang tua tidak diwajibkan memberikan kedua jenis vaksin tersebut, melainkan dapat memilih salah satu sesuai kebutuhan dan rekomandasi tenaga kesehatan.
Imunisasi MR diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Artinya, meskipun anak pernah mendapatkan imunisasi campak atau pernah mengalami campak, tetap dianjurkan untuk menerima imunisasi MR.
Pemberian imunisasi MR penting untuk menurunkan risiko penularan dari satu individu ke kelompok yang lebih luas. Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa sekitar 90 persen orang yang melakukan kontak erat dengan penderita campak dapat tertular apabila belum memiliki kekebalan.
Selain itu, penularan rubella pada ibu hamil juga berisiko tinggi. Infeksi rubella dapat menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada bayi yang dapat menimbulkan kelainan serius, seperti jantung bawaan, katarak, ketulian, hingga keterlambatan perkembangan mental.
Campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam pada kulit, tetapi juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare, radang otak, bahkan kematian. Penanganan campak pada bayi yang tertular di bawah usia 9 bulan pun tergolong sulit karena pada usia tersebut bayi belum diperbolehkan menerima.
Oleh karena itu, imunisasi MR sangat penting dilakukan untuk melindungi anak dari campak, memutus rantai penularan virus di masyarakat, serta mencegah risiko kecacatan seumur hidup. Imunisasi ini menjadi investasi jangka, baik bagi anak maupun generasi mendatang.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian