Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Waspada Super Flu, Dinas Kesehatan Kota Batu Perketat Pemantauan

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 08:59 WIB
Ilustrasi Penyakit Influenza
Ilustrasi Penyakit Influenza

BATU - Ancaman penyakit menular kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi puluhan kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut super flu di sejumlah daerah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Batu, Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai memperketat kewaspadaan dan pemantauan dini.

Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kemenkes RI, tercatat sedikitnya 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Sebaran kasus ditemukan di beberapa provinsi, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Sekretaris Dinkes Kota Batu, dr Yuni Astuti, menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan kasus serupa di wilayahnya. Namun, ia memastikan jajaran Dinkes tetap melakukan pemantauan aktif sebagai langkah antisipasi.

“Sampai hari ini belum ada indikasi kasus super flu di Kota Batu. Meski demikian, pemantauan dan deteksi dini tetap kami lakukan,” ujarnya, kemarin. Menurut Yuni, influenza A (H3N2) subclade K berpotensi menyerang semua kelompok usia.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala flu yang berat dan berkepanjangan. Ia mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan berat.

“Jika muncul gejala flu berat, demam tinggi, atau kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera diperiksakan. Deteksi dini menjadi kunci pencegahan penularan,” tegasnya.

Dinkes Kota Batu juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi berbasis perilaku. Yuni menekankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan. Mulai dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, penggunaan masker saat sakit, hingga penerapan etika batuk.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, vitamin sesuai kebutuhan, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. “Upaya sederhana ini sangat berperan dalam menjaga imunitas tubuh,” katanya.

Sebagai catatan, Kemenkes RI menyebutkan gejala influenza A (H3N2) subclade K pada dasarnya mirip dengan flu musiman. Namun pada sebagian orang, gejalanya dapat lebih berat dan mengganggu aktivitas. Keluhan umum meliputi demam, menggigil, batuk pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan, serta pegal-pegal.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 1-4 hari, dengan rata-rata gejala muncul dua hari setelah terpapar. Penularan dapat terjadi sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga 5-7 hari setelah penderita sakit. Dinkes menegaskan, kewaspadaan kolektif menjadi kunci agar Kota Batu tetap terbebas dari penyebaran super flu. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#h3n2 #dinkes #kota batu #wgs