BATU - Minat warga Kota Batu untuk menjadi relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ratusima tergolong tinggi. Hal itu tampak dari animo pendaftar yang dibuka sejak 24 November lalu, tercatat 15 orang yang mendaftarkan diri. Namun, hanya tiga posisi relawan yang tersedia untuk memperkuat tim penanganan kedaruratan sosial tersebut.
Pekerja Sosial (Peksos) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Atik Kurniawati mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat. Dari 15 pendaftar, kini tersisa sembilan orang yang lolos ke tahap praktik lapangan. “Tahap praktik lapangan dijadwalkan mulai 16 Desember lalu,” ujarnya.
Atik menjelaskan hasil seleksi administrasi telah diumumkan pada 11 Desember, setelah sebelumnya para pelamar menjalani tahapan wawancara. Praktik lapangan menjadi penentu utama sebelum ditetapkan relawan terpilih. Saat ini, TRC Ratusima hanya diperkuat enam relawan aktif.
Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menjangkau seluruh laporan kedaruratan sosial. Khususnya penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau orang terlantar yang membutuhkan respons cepat.
Koordinator TRC Ratusima sekaligus Pekerja Sosial Fungsional Dinsos Kota Batu Hartono menegaskan penambahan relawan bersifat mendesak. “Kami membutuhkan tambahan tiga relawan dengan formasi dua laki-laki dan satu perempuan,” katanya.
Pelamar wajib berdomisili di Kota Batu dengan rentang usia 25-45 tahun. Kemampuan mengemudikan kendaraan menjadi salah satu syarat utama. “Supaya saat ada laporan, relawan bisa langsung bergerak tanpa menunggu personel lain,” jelasnya.
Selain itu, Hartono memprioritaskan pelamar berlatar belakang pendidikan S1 Kesejahteraan Sosial. Meski demikian, lulusan dari disiplin lain tetap berpeluang, dengan catatan bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pekerja sosial.
Relawan yang lolos seleksi akan bertugas mendampingi klien sejak asesmen lapangan, penanganan awal, hingga proses rujukan. Aktivitas dilakukan baik di Shelter Sosial Desa Oro-Oro Ombo maupun langsung di lapangan saat penjemputan klien.
Tahap praktik lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 27 Desember. “Dari praktik ini akan terlihat ketanggapan, empati, serta kemampuan kerja sama mereka dalam menangani PPKS,” tambah Hartono. Relawan terpilih nantinya akan bekerja dengan sistem kontrak dan menerima honorarium dari pemerintah daerah. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho