BATU - Sebanyak 280 pengunjung Car Free Day (CFD) Mbatu Sae memadati lapangan parkir Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu sejak pukul 06.00 kemarin (9/11). Mereka tampak antusias mengikuti senam bersama edisi spesial.
Sebab, dalam kegiatan tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) sekaligus menyampaikan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sosialisasi Germas fokus pada pengendalian penyakit prioritas.
Di antaranya kardiovaskular, kanker, jantung, stroke, uronefrologi, tuberkulosis (TBC), serta kesehatan ibu dan anak (KIA). Untuk CKG, warga mendapat layanan skrining dan konsultasi di empat pos yang disediakan Puskesmas Kecamatan Batu, Puskesmas Sisir, RSIA Haji Kota Batu, dan RSU dr. Etty Asharto.
“Kami menyasar CFD karena kerumunan warga memungkinkan pendidikan kesehatan dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM),” ujar Aditya Prasaja, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu. Menurutnya, skrining seperti ini efektif menjaring kasus yang belum terdiagnosis dan mendorong rujukan lebih cepat ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan, menilai kegiatan lintas sektor itu juga memberi dampak ekonomi lokal. “Selain menyehatkan warga, acara ini menggerakkan aktivitas pedagang. Sebab, di area CFD tercatat sekitar 240 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan,” katanya.
Dia menyebut animo warga cukup tinggi. Sebab, mereka bisa mengetahui tekanan darah, gula darah, dan skrining TBC melalui layanan CKG. Tim medis juga memberi edukasi singkat soal pencegahan PTM, pentingnya deteksi dini, serta rujukan layanan kesehatan lanjutan bila ditemukan indikasi penyakit.
“Program serupa akan dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari strategi promotif-preventif Dinkes bersama Diskumperindag,” pungkasnya. (adv/dia/dre)
Editor : A. Nugroho