Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Dinkes Kota Batu Temukan 31 Kasus DBD Baru

A. Nugroho • Senin, 26 Mei 2025 | 20:16 WIB
kasus DBD Kota Batu 2025
kasus DBD Kota Batu 2025

BATU - Intensitas hujan yang masih tingi membuat potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu terus diwaspadai. Sejak Januari hingga Mei ini ada sebanyak 31 kasus DBD baru. Angka tersebut sebenarnya relatif rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya, 2024 lalu kasus penyakit DBD cukup tinggi. Rata-rata ada 35 kasus tiap bulannya (selengkapnya baca grafis). Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan peningkatan jumlah kasus DBD nyaris dialami seluruh daerah di Indonesia.

Khususnya pada awal-awal memasuki musim penghujan dan saat terjadi musim penghujan panjang seperti sekarang. Hujan membuat kelembapan udara meningkat. Kondisi tersebut efektif untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Susan menyebut ada beberapa gejala yang ditimbulkan ketika seseorang terjangkit DBD. Di antaranya demam tinggi mendadak lebih dari 39 derajat celcius, pusing, nyeri di persendian, dan muncul bercak merah di kulit.

“Yang paling parah bisa sampai mimisan atau muntah darah,” lanjutnya.

Namun, penyebaran penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah. Yakni dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan begitu imunitas tubuh yang baik akan terbentuk.

“Oahraga rutin, konsumsi vitamin, dan makan dengan asupan gizi seimbang,” tambahnya.

Proses recovery pasien DBD membutuhkan waktu yang cukup lama. setidaknya memakan dua minggu sebelum akhirnya bisa sembuh total. Kendati begitu, DBD dengan gejala ringan bisa dilakukan perawatan di rumah.

Penanganan utama yakni dengan pemberian obat simptopatik seperti paracetamol. Namun, jika ada gejala berat pasien perlu dirawat inap. Sehingga bisa mendapat penanganan medis yang lebih intensif.

Seperti pemberian cairan intravena dan transfuse darah jika diperlukan. Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman mengaku sedang melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya dengan membuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di beberapa titik.

Termasuk melakukan gerakan 3M Plus. Yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang serta menaburkan larvasida pembasmi jentik.

“Seperti yang sudah melakukan di Kecamatan Bumiaji beberapa waktu,” ungkapnya.

Dengan gerakan tersebut, pri  yang akrab disapa Cak Nur itu menilai angka DBD bisa ditekan hingga nol kasus. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#pemberantasan sarang nyamuk #dbd #aedes aegepty #dinkes kota batu