BATU - Sajian mi instan yang dipadu bersama nasi memang terasa enak dan mengenyangkan.
Namun, para ahli gizi mengingatkan bahwa kombinasi tersebut sebaiknya dihindari.
Meskipun mi instan menawarkan rasa gurih dan harga yang terjangkau, makanan ini justru tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Mengutip Healthline, mi instan merupakan makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi.
Baca Juga: Kenali 5 Sumber Terbesar Mikroplastik yang Dikonsumsi oleh Masyarakat Indonesia
Kandungan MSG dan natrium yang tinggi dalam mi instan dapat berdampak negatif pada kesehatan.
Termasuk meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Sementara itu, nasi—sebagai makanan pokok—memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga konsumsi nasi berlebih dapat memicu lonjakan gula darah.
Sebagai perbandingan, satu porsi mi instan mengandung sekitar 380 kalori dengan 54 gram karbohidrat, sedangkan satu centong nasi menyumbang 270 kalori.
Baca Juga: Mengapa Penting Melakukan Pemanasan Sebelum Berolahraga
Jika kedua bahan tersebut dikonsumsi bersamaan, total asupan mencapai 650 kalori.
Mengingat kebutuhan kalori harian rata-rata mencapai 1.600 kalori untuk wanita dan 2.400 kalori untuk pria, kombinasi ini berpotensi menyebabkan kelebihan asupan karbohidrat.
Kelebihan karbohidrat tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak, yang kemudian dapat memicu kenaikan berat badan.
Para ahli menyarankan agar mi instan tidak dicampurkan dengan nasi.
Sebagai alternatif, mi instan sebaiknya dipadukan dengan bahan yang lebih sehat, seperti telur dan sayuran hijau, untuk menambah asupan nutrisi, protein, dan serat.
Dengan demikian, meskipun sajian mi instan yang dipadu bersama nasi memang menggoda selera, penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam menyusun pola makan guna menjaga kesehatan.
Terutama dalam upaya mencegah dampak negatif dari pola makan tidak seimbang. (rsy)
Editor : Aditya Novrian