GERD anxiety adalah kondisi di mana kecemasan atau stres dapat memicu ataupun memperparah gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Dalam situasi stres, otot sfingter esofagus bagian bawah, yang berfungsi menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan bisa melemah, sehingga gejala GERD pun lebih mudah muncul.
Tidak hanya stres yang memperparah GERD, tetapi GERD itu sendiri juga bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena gejalanya dapat mengganggu rutinitas dan kenyamanan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Camilan Sehat? Makanan Ini Bisa Menjadi Pilihan Tepat untuk Turunkan Kolesterol
Penyakit ini semakin sering dijumpai pada kalangan dewasa muda.
Ciri khas dari GERD anxiety adalah kemunculan gejala asam lambung, seperti nyeri di ulu hati, yang terjadi bersamaan dengan rasa cemas atau tegang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena GERD, sehingga istilah GERD anxiety pun mulai dikenal luas.
Baca Juga: Bahaya Duduk Terlalu Lama dan Cara Mengimbanginya dengan Gerakan Ringan
Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat GERD, stres emosional bisa membuat gejala muncul lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat tersebut.
Untuk mencegah atau mengendalikan kondisi ini, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghindari makanan pemicu GERD seperti makanan berlemak, pedas, gorengan, cokelat, dan makanan asam.
- Tidak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
- Mengatur pola makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
- Melakukan aktivitas positif untuk membantu mengelola stres.
- Menerapkan sleep hygiene agar kualitas tidur tetap terjaga.
Penyakit GERD anxiety bukanlah kondisi yang tak bisa diatasi.
Dengan mengenali pemicunya dan menerapkan strategi pengelolaan stres yang tepat untuk diri sendiri, keseimbangan tubuh dan pikiran bisa tercapai, serta gejala GERD bisa ditekan seminimal mungkin. (nai)
Editor : Aditya Novrian