BATU - Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air.
Titiek Puspa Berpulang, Kenali Pecah Pembuluh Darah yang Dialaminya
Penyanyi legendaris Titiek Puspa meninggal dunia di usia 87 tahun.
Sebelum berpulang, pelantun lagu-lagu kenangan itu sempat dirawat intensif akibat stroke dan harus menjalani operasi darurat karena pecahnya pembuluh darah di otak.
Baca Juga: Diet Karnivora: Benarkah Sehat untuk Tubuh dalam Jangka Panjang
Kondisi ini secara medis dikenal sebagai stroke hemoragik atau perdarahan otak.
Meski istilahnya terdengar menyeramkan, pemahaman soal penyebab dan penanganannya penting diketahui masyarakat agar bisa lebih waspada.
Dikutip dari berbagai sumber medis, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah, sehingga darah bocor dan membanjiri jaringan otak sekitarnya.
Akibatnya, sel-sel otak bisa rusak dan bahkan berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Tomat Bukan Sekadar Lalapan, Ini Kandungan dan Manfaatnya untuk Kulit!
Gejalanya sering muncul mendadak dan cukup khas, antara lain:
- Sakit kepala hebat secara tiba-tiba
- Kelumpuhan atau kelemahan pada satu sisi tubuh
- Kesulitan bicara atau memahami pembicaraan
- Hilangnya keseimbangan dan koordinasi
- Penurunan kesadaran hingga pingsan
Baca Juga: Atasi Radang Tenggorokan Tanpa Antibiotik, Ini Dia Caranya!
Kalau merasakan gejala seperti itu, apalagi muncul secara mendadak, jangan tunda – segera ke rumah sakit.
Ada juga beberapa faktor risiko yang bisa memicu kondisi ini:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Aneurisma (pelebaran dinding pembuluh darah yang melemah)
- Cedera kepala
- Kelainan bawaan pada pembuluh darah
Beberapa langkah sederhana bisa sangat membantu menurunkan risiko pecahnya pembuluh darah otak, seperti:
- Menjaga tekanan darah tetap stabil
- Menjalani pola hidup sehat (makan bergizi, olahraga, tidur cukup)
- Menghindari rokok dan alkohol berlebihan
- Rutin cek kesehatan, apalagi jika punya riwayat hipertensi
Penanganan medis seperti operasi juga bisa menyelamatkan nyawa jika dilakukan cepat dan tepat.
Setelah itu, pasien biasanya perlu menjalani perawatan lanjutan dan rehabilitasi.
Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka mendalam di industri hiburan Indonesia.
Tapi di balik kabar sedih ini, ada pelajaran penting tentang kesehatan otak yang perlu terus kita waspadai.
Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik, dan kita semua diberi kesadaran untuk menjaga kesehatan sedini mungkin. (rsy)
Editor : Aditya Novrian