Radar Batu–Berbuka puasa adalah momen yang dinantikan setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, tidak semua makanan baik untuk dikonsumsi saat berbuka.
Pakar kesehatan mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih hidangan berbuka guna menghindari masalah pencernaan dan lonjakan gula darah.
Menurut ahli gizi, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa.
Pertama, makanan yang terlalu berminyak seperti gorengan. Meskipun populer, gorengan dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan rasa begah. Selain itu, konsumsi lemak berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Kedua, makanan dan minuman yang terlalu manis, seperti kue manis, sirup, dan minuman bersoda. Meskipun gula dapat memberikan energi instan, lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan tubuh cepat lemas setelahnya.
Ketiga, makanan yang terlalu asin, seperti makanan cepat saji dan camilan tinggi garam. Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan dehidrasi, padahal tubuh membutuhkan hidrasi setelah berpuasa seharian.
Keempat, minuman berkafein seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan. Kafein bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.
Ahli gizi merekomendasikan untuk berbuka dengan makanan yang ringan dan bernutrisi, seperti kurma yang kaya akan serat dan gula alami, air putih untuk rehidrasi tubuh, serta makanan hangat seperti sup atau sayur untuk memudahkan sistem pencernaan beradaptasi setelah berpuasa.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak langsung makan dalam jumlah besar setelah berbuka. Lebih baik mengonsumsi makanan secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget.
Dengan memilih makanan yang tepat, tubuh akan tetap sehat dan bertenaga selama menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, penting untuk menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan saat berbuka. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian