Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sebulan, Dinkes Batu Catat 13 Kasus DBD

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 19 Februari 2025 | 00:10 WIB
FOGGING: Salah seorang petugas dari Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk penyebab DBD beberapa waktu lalu.
FOGGING: Salah seorang petugas dari Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji melakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk penyebab DBD beberapa waktu lalu.

BATU - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih harus terus diwaspadai.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu baru menemukan 13 kasus baru.

Itu tercatat sejak 1 Januari sampai 10 Februari lalu.

Intensitas hujan yang masih tinggi disebut sebagai faktor utamanya. Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr. Susana Indahwati mengatakan DBD cenderung menyasar kelompok usia produktif. Mulai dari 15-44 tahun.

Mereka dinilai memiliki mobilitas yang tinggi. Sehingga, potensi terjangkit DBD juga cukup besar.

Pasien DBD tersebut kebanyakan berasal dari Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Desa Gunungsari. “Beruntung 13 pasien DBD bisa tertangani dengan baik. Belum ada laporan korban jiwa akibat DBD,” ujarnya.

Susana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Terutama menjaga kebersihan lingkungan.

Jangan sampai lingkungan sekitar berpotensi menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk itulah yang menjadi perantara penularan virus dengue penyebab DBD.

Curah hujan yang tinggi membuat kelembapan udara meningkat.

Kondisi inilah yang membuat nyamuk penyebab DBD punya peluang hidup lebih lama.

Untuk menekan angka kasus DBD, Susana mengaku melalukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus DBD.

Tujuannya untuk mencegah penularan di wilayah tersebut.

”Kami juga membagikan larvasida (abate) untuk masyarakat melalui desa dan kelurahan,” imbuhnya.

Obat itu digunakan membunuh jentik nyamuk.

Selain itu, dia juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial, grup WhatsApp, dan saat kegiatan posyandu.

“Segera periksa apabila mengalami gejala panas tinggi mendadak dan suhunya naik turun selama tiga hari, sakit kepala, serta nyeri di persendian. Sebab, DBD harus ditangani secepat mungkin” tandasnya. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kasus dbd #dinkes batu #kota batu